Daftar isi
#1
Salindia Dedikasi
#2
Prolog | Deklarasi Nestapa Niraksara
#3
Bab 1 | Dinamika Doktrin Suksesor Otoriter
#4
1.1 | Jelaga Nista Dermaga
#5
1.2 | Selendang Hitam yang Menikam Malam
#6
1.3 | Bersemuka Dialektika
#7
1.4 | Menziarahi Melati Mati
#8
1.5 | Iris Ungu yang Layu
#9
1.6 | Kaktus yang Tetap Tumbuh di Pot Tandus
#10
1.7 | Supervisor Sang Suksesor
#11
1.8 | Bayang Bertamu, Selayang Bertemu
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#8
1.5 | Iris Ungu yang Layu
Bagikan Chapter
[1] Erkende Kinderen (Anak yang Diakui): Berdasarkan ketentuan dalam Burgerlijk Wetboek (Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Kolonial), seorang ayah berkebangsaan Eropa dapat memberikan pengakuan hukum terhadap anak yang lahir di luar pernikahan sah dengan seorang perempuan pribumi. Melalui akta pengakuan di Burgerlijke Stand (Catatan Sipil), sang anak secara otomatis menyandang status hukum "Eropa" serta berhak atas nama belakang dan warisan Ayahnya. Erkende kinderen pun memiliki kedudukan yang setara dengan anak yang lahir dari pernikahan sah dalam hal warisan. Meski secara hukum setara, secara sosiokultural Erkende Nederlander sering kali terjebak dalam posisi "antara"—ditolak oleh komunitas Eropa murni karena silsilahnya, tetapi di sisi yang sama juga terasing dari kaum pribumi karena hak istimewa legitimasi hukum yang menaunginya.
[2] Nederlandsch-Java Dietrich Cultuurmaatschappij (NJDC) merupakan perusahaan perkebunan swasta milik keluarga Dietrich yang beroperasi di Hindia Belanda sejak awal abad ke-20. Bergerak di sektor agraria kolonial—yakni tebu—NJDC menjadi salah satu simpul ekonomi penting yang menghubungkan modal Eropa dengan tenaga kerja pribumi di Jawa Timur. Di bawah kepemimpinan Dedrick van Dietrich, NJDC tidak hanya berfungsi sebagai entitas bisnis, melainkan juga instrumen kekuasaan: mengelola tanah, mengatur hierarki kerja rasial, dan menopang jejaring politik kolonial melalui relasi dengan militer serta birokrasi pemerintah.
[2] Nederlandsch-Java Dietrich Cultuurmaatschappij (NJDC) merupakan perusahaan perkebunan swasta milik keluarga Dietrich yang beroperasi di Hindia Belanda sejak awal abad ke-20. Bergerak di sektor agraria kolonial—yakni tebu—NJDC menjadi salah satu simpul ekonomi penting yang menghubungkan modal Eropa dengan tenaga kerja pribumi di Jawa Timur. Di bawah kepemimpinan Dedrick van Dietrich, NJDC tidak hanya berfungsi sebagai entitas bisnis, melainkan juga instrumen kekuasaan: mengelola tanah, mengatur hierarki kerja rasial, dan menopang jejaring politik kolonial melalui relasi dengan militer serta birokrasi pemerintah.
Chapter Sebelumnya
Chapter 7
1.4 | Menziarahi Melati Mati
Chapter Selanjutnya
Chapter 9
1.6 | Kaktus yang Tetap Tumbuh di Pot Tandus
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi
Novel
Just Friend's Scenario
Cerpen
Pelukan Terakhir dari Alam Twilight
Novel
SELEPAS AKAD DENGANMU
Cerpen
Kupu-Kupu Dalam Gua
Flash
Ngidam
Flash
Pilihan Hati
Novel
Di Antara Ribuan Jeda
Novel
SEMPITERNAL
Flash
Disaat Kau Sendiri
Novel
BACK TO 18 AGAIN
Cerpen
Pertarungan Dua Darah
Flash
Apa Aku Memang Selalu Begitu?
Novel
The Forgotten Queen
Novel
Seberkas Cinta untuk Dia (SETIA)
Flash
Sakit
Novel
The Trials of Apollo: The Hidden Oracle
Novel
I am Your Boss 2: Merawat Harmoni
Flash
Keris Bima Sakti: The Return of Jena Teke
Novel
ASAM LAMBUNG (Kisah Anak Perempuan Pertama )
Novel
SOULMATES