Sebuah pesan singkat datang dari seseorang yang ragu berkenalan tapi disambut hangat karena ingin memulai pertemanan.
Awal yang singkat untuk disebut nyaman, tapi setiap pembicaraan terasa menemukan alur yang tepat. Seseorang yang mendengarkan dan seseorang yang memberi solusi. Tapi tetap saja ada tapinya.
Negara yang berseberangan, budaya yang membesarkan dan agama yang dianut kuat. Pada akhirnya kita berlindung dibalik kalimat “Semoga kamu menemukan seseorang yang baik”.
Rasanya memang luar biasa patahnya, tapi sebelum semua terlanjut semakin bahaya sebaiknya di batasi dalam waktu yang singkat.
Kita nyaman bicara, tak masalah tentang agama dan hal kecil lainnya. Tapi kita tetap saja berbeda.
Kita menyadari batasnya hanya saja cara mengakhirinya belum kita temukan. Katanya belum menemukan seseorang yang tepat. Masih sibuk mencari atau hanya sekedar menunda agar masih banyak waktu tersisa sebelum semua diakhiri.
Mari rayakan, ketika kita jatuh cinta. Meski bukan kita (berdua) tapi dengan orang lain.