Flash Fiction
Disukai
1
Dilihat
52
Tinggal Kelas
Drama
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

‎Arsya melihat rapotnya. Wajahnya murung. Ia sendirian tidak naik kelas.

‎Tapi bukan itu yang membuatnya sedih. Ia lebih sedih karena ia sebatang kara.

‎Ibunya meninggal ketika melahirkannya, diakibatkan sang ayah hanya bisa membayar dukun bayi. Sayangnya dukun bayinya kurang berpengalaman.

‎Sedang sang ayah tewas dalam kerusuhan besar, dikompori cukong tanah, yang mengklaim tanah yang faktanya bukan hak mereka. Saat itu usia Arsya lima tahun.

‎Arsya dirawat neneknya, tapi tiga tahun kemudian sang nenek meninggal dunia. Sedangkan sang kakek telah tiada jauh sebelum Arsya lahir.

‎Ia akhirnya dirawat sang bibi, tapi bibinya tersebut sibuk dengan buah hatinya sendiri, meski akrab tetap saja Arsya dinomorduakan.

‎Akibatnya ia belajar seadanya. Hampir tanpa dukungan siapapun. Sang bibi memang membantu, masih membiayai biaya sekolah. Tapi bibi Arsya untuk soal pelajaran, jauh memprioritaskan putranya.

‎Arsya bingung, ini kedua kalinya ia tinggal kelas. Bingung bagaimana ia bisa membagi waktu antara belajar, dengan membantu mencari penghasilan, demi bertahan hidup.

‎Sebab bibinya hanya sanggup membiayai pendidikan. Karena sang bibi termasuk orang tak mampu, yang gajinya hanya sanggup untuk pendidikan. Dimana hutang menumpuk, dan cicilan serta debt collector selalu menghantui.

‎Arsya melewati ruang kelasnya, berhenti di depan pintu. Dalam hati ia berpikir,

‎"Apa lebih baik aku keluar dari sekolah. Kasian tante, harus keluar biaya lagi buat aku. Hidup dia aja susah."

‎Dan saat melangkah pergi dari depan ruang kelasnya, Arsya memutuskan untuk keluar sekolah.

‎Ia merasa uang bibinya terbuang percuma. Karena dengan hidup Arsya yang seperti itu, peluang untuk tinggal kelas lagi sangat tinggi.

‎Arsya yang sudah dewasa sebelum waktunya itu, membuang semua cita yang ia apungkan. Yang hanya bisa digapai dengan bersekolah.

‎Arsya sadar realitas hidupnya, tak mendukung untuk jalan dari impiannya.

Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Rekomendasi