Flash Fiction
Disukai
1
Dilihat
7
DI BAWAH LANGIT YANG SAMA
Religi
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Secarik surat baru saja diterimanya dari pos. Amplopnya sudah basah oleh air matanya sendiri sebelum ia sempat membacanya hingga tuntas. Surat itu datang dari ibunya, yang kini berada di Mekkah.

"Bismillah, Hanafi anakku tersayang,"

Tulisan tangan ibunya yang sama seperti dulu, tapi di beberapa bagian, tinta hitam itu tampak memudar, bercampur dengan bercak yang Han tahu pasti itu air mata ibu. Ibu selalu bilang bahwa dia kuat, tetapi rindu tak bisa disembunyikan kekuatan itu.

"Di sini sedang hujan. Langit Mekkah terasa seperti memelukku dengan sejuknya tetes-tetes air yang jarang datang. Aku baik-baik saja, Nak. Tapi hatiku penuh rindu."

Hanafi menahan sesak. Ingatannya melayang ke masa kecil, saat hujan turun deras, ibunya selalu berkata, "Hujan adalah berkah, Han. Jangan takut."

Namun, malam ini, hujan yang turun di luar jendelanya tidak terasa seperti berkah. Itu hanya mengingatkannya pada jarak yang memisahkan mereka.

Sudah lima tahun sejak mereka terakhir kali bertemu. Lima tahun penuh dengan surat-surat yang datang dari Mekkah, mengabarkan kehidupan ibunya di sana. Lima tahun penuh dengan janji bahwa suatu hari mereka akan bertemu lagi.

"Setiap kali aku melihat Ka'bah, aku berdoa agar Allah mempertemukan kita kembali. Aku berdoa agar aku bisa memelukmu lagi, melihat wajahmu tanpa perantara surat atau foto. Tapi semua ini butuh waktu. Allah punya rencana terbaik untuk kita."

Tapi kenyataan tidak seindah mimpi. Malam itu, Hanafi menulis balasan untuk surat ibunya.

"Ibu,

Aku membaca surat Ibu dengan hati yang penuh rindu. Aku membayangkan hujan di Mekkah, membayangkan Ibu berdiri di bawahnya sambil tersenyum meski hati kita terpisah jarak.

Ibu, aku juga selalu berdoa agar kita bisa bertemu lagi. Mungkin tidak sekarang, tapi aku yakin Allah akan memberikan jalan.

Aku baik-baik saja di sini, bu. Aku akan terus belajar dan bekerja keras, seperti yang selalu Ibu ajarkan.

Suatu hari nanti, aku akan datang ke Mekkah, atau Ibu yang pulang ke sini. Kita akan berlebaran bersama lagi, seperti dulu, berbagi cerita di bawah langit yang sama.

Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Religi
Rekomendasi