Flash Fiction
Disukai
0
Dilihat
59
Kelana: Menurutmu Kita Apa Lentera?
Romantis
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

"Menurutmu kita apa Lentera?" pada kaca jendela ketika jemari lentiknya mengusap embun yang hendak menembus cahaya.

"Kita? Sepasang kekasih yang bercinta di luar angkasa!" jawabku sembari mengingat denting piano yang mengakarkan cahaya pada kegelapan paling agung. Nyatanya, setiap bintang yang bersinar di semesta hanya bisa menampakkan wajahnya tersebab selimut hitam dan kelabu tanpa batasan.

"Lagu siapa itu ya? Emmm... Frau? Sebentar, aku ingat lagi, serial Gadis Kretek!" jawabanku ternyata membuat hujan lebih cepat sirna di wajahmu daripada yang sedang diteteskan langit pada taman hijau dan embung di selatan pesisir.

Aku mengingat pasir putih yang berbaris di tempurung kakiku, mengingat seekor burung walet yang pernah terbang di hutan kampus tanah Jawa. Siulannya bersahutan dengan dedaunan yang melambai pada roda-roda yang berputar ke barat. Seorang perempuan pernah menyanyikan lagu yang mengubah sehari serupa seribu tahun, sebuah nama mungkin pernah benar-benar hadir tanpa mantra, tanpa doa.

"Lentera!?" kau bertanya sembari memiringkan kepala, melihatku yang menangkap lanskap dengan kekosongan.

"Pernahkah kau ingat, kota-kota, nada-nada, atau lara yang ditandai oleh nama-nama? Orang-orang yang pernah bersamamu dulu?"

Kau melihatku sembari tersenyum, membariskan gigi-gigimu untuk memantulkan sisa cahaya yang keluar dari tabir mendung. "Yuk!" kau menarik tanganku, berjalan dengan langkah yang tak secepatku. Gerimis masih membasahi tubuh kita pelan-pelan, ketika fajar mulai membangunkan lompatan belalang.

Pada jalan kecil, sebuah gang di kota yang terlalu akrab untuk kita sapa, angin meniupkan aroma laut utara ke selatan. Kau tertawa, kita tertawa. Aku menangkap bahwa kita tak perlu menjadi siapa-siapa. "Besok kita ke Kota Candi! Bukankah, kita juga sudah pernah ke Kota Daun? Sekarang, di kota ini, pun kita punya kisah yang berbeda sebelumnya. Lalu?" ucapmu diikuti tawa yang menyingkap keseluruhan mendung. Dan, ternyata, aku tak perlu benar-benar menjawab pertanyaanmu sebelumnya.

Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Rekomendasi