Rudy (22) selalu dijauhi lawan jenis dalam hal asmara karena polio. Ia makin dijauhi karena pekerjaannya sebagai kuli kerupuk yang bergaji hanya 350 ribu per bulan. Ia memiliki kebiasaan mengkhayalkan lagu milik para musisi sebagai lagunya sendiri, demi membayangkan pujian dari para wanita untuk mengisi kehampaan hati. Ya, ia amat mencintai musik, namun kekosongan cinta terus menaunginya.
Pada suatu hari, ia ditawari DVD JKT48 oleh rekannya. Ia yang tadinya sentimen dengan segala yang berbau ngidol perlahan jatuh cinta. Ia merasa dicintai balik oleh para oshi-nya, beranggapan diistimewakan, padahal faktanya semua member bersikap sama ramah kepada para fans karena memang begitu seharusnya. Ia yang memang tidak pernah dicintai menjadi begitu bahagia. Perasaan yang sudah sangat, sangat lama tidak ia rasakan.
Hanya handshake dan foto dengan member membuatnya merasakan cinta seumur hidup yang sejati. Di luar, ia memang begitu bahagia, tapi dari dalam tidak ada yang tahu bahwa Rudy adalah pemuda yang delusionalnya makin menjadi. Tingkahnya yang makin ceria serta tak pernah sedih, bahkan marah dan menangis lagi, membuat semua orang lengah dengan apa yang terjadi pada jiwa pemuda tersebut. Padahal faktanya, dirinya begitu karena alam bawah sadarnya yang keliru.
Depresi yang tersembunyi pada hal berbau idol makin memperkuat bahwa penderita depresi tidak bisa dinilai dari sikap luarnya atau seberapa stabilnya ia. Akankah ada yang menyadari? Akankah ia pada akhirnya terselamatkan? Hingga diambil keputusan dari pihak manajemen JKT48, Santi mantan member yang merupakan oshi utama Rudi dan kebetulan dekat dengan pemuda tersebut diminta untuk lebih sering menjaga dan mengawasi keadaan psikologis Rudi, hingga pada akhirnya,
Rudi makan malam dengan idolanya, Santi. Padahal faktanya, Santi sedang mencoba menyadarkan pemuda tersebut di rumah sakit jiwa. Semua itu hanyalah delusi Rudi yang makin parah. Santi yang begitu getol ingin mengobati Rudi justru makin memperdalam sakitnya, sebab Santi adalah idol yang selalu diidam-idamkan oleh Rudi, seolah memberi harapan cinta melalui keramahtamahannya. Padahal niat Santi adalah baik dan ingin menolong, namun disalahartikan oleh Rudi sebagai bentuk cinta.
Di sudut ruangan, DVD yang diputar Rudi terus berulang. Lagu #KuSangatSuka dari JKT48 mengalun tanpa henti, memenuhi ruang dengan suara yang ia anggap sebagai miliknya. Rudi menatap layar dengan senyum tenang, larut dalam dunia yang ia percaya nyata, sementara kenyataan perlahan menjauh, membiarkannya tenggelam dalam kebahagiaan yang hanya hidup di dalam kepalanya.
Shanti menangis sesenggukan, ia kini telah benar-benar kehilangan salah satu penggemar terbesarnya, hidup sebagai idola memang ada kemungkinan mendapati resiko kehilangan fans berharga, bukan secara fisik, melainkan secara mental.