Kak Isah dan Ilmu Penunduk

Kak Isah lihat kanan kiri lalu mengunci pintu kamar. Setelah merapal doa, tujuh kali dia langkahi nasi yang masih mengepulkan uap panas.

"Patuh anak, patuh laki." Sambil tersenyum ia berujar lalu mengangkangi nasi di antara dua...

(Sebagian cerita disembunyikan)

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1,000
1.2K dilihat
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Tidak ada komentar
Saran Flash Fiction