K U I S

Ryan, seorang gadis yang beranjak remaja. Punya kebiasaan ikutan kuis/games di radio swasta. Setiap ada kesempatan/waktu luang, dia isi dengan mendengarkan cuapan penyiar radio kesayangannya. Mulai dari lagu, sekilas info, kuis/games yang mengasah kreativitas maupun cuma sekedar menjawab pertanyaan sepele tapi menjebak. Kali ini Ryan harus dihadapin dengan Mamanya yang diam-diam nggak mau kalah. Ikutan kuis/games di radio swasta efek sering mendengar Ryan sering dapet hadiah entah karena hoki/memang beruntung saja.

“Kali ini bukan kuis/games kok, Ma.” jelas Ryan.

“Trus apaan dong?” tanya Mama kepo penasaran.

“Cuma ngirim data orang terdekat yang lagi ultah. Nanti kalau beruntung dapet hadiah dari sponsor di radio tersebut.”

“Wah, asyik dong.”

*****

Suatu hari Ryan harus mengantar Mamanya pergi ke pasar. Tapi di tengah pasar mereka terpisah. Efek Ryan fokus mendengarkan radio di HPnya. Kemudian larut dalam percakapan dengan penyiar radio langganannya. Ryan & Mamanya pun panik saling mencari di tengah pasar yang ramai. Untungnya ada satpam yang siap sedia menolong mereka. Setelah Ryan menceritakan ciri-ciri Mamanya yang pelupa.

”Masalahnya Mama saya itu agak pelupa?! Sama anaknya sendiri juga lupa lho Pak? Pernah saya diajak ke acara kawinan anak temannya, eh saya tinggal ngambil makanan sebentar, Mama saya lupa kalau ngajak saya? Tahu-tahu saya ditinggal saja gitu di gedung! Dia sih enak-enakan pulang sama teman arisannya! Bete kan Pak! Untung saya bisa pulang naik taksi, coba kalau saya nggak tahu jalan pulang? Bingung sendiri kan?!”

”Masak sih sampai kaya’ begitu?” Pak Satpam yang beralis dan berkumis tebal itu melinting kumisnya.

”Yaa…si Bapak nggak percaya lagi? Coba saja Bapak cari Ibu-Ibu yang pakai baju merah, celana panjang hitam, rambutnya panjang sebahu, agak ikal, pakai kacamata hitam, bingkainya warnanya merah! Trus, Bapak tanya deh apa dia ke sini sama anaknya dengan ciri-ciri seperti saya?!” jelasku panjang lebar.

”Kalau dilihat dari ciri-cirinya, Mama kamu funky juga ya?! Kalau begitu tunggu sebentar ya!” Pak Satpam itu segera pergi meninggalkanku sendirian di pos Satpam.

*****

Suatu hari, seperti biasa Ryan mengambil hadiah di kantor radio swasta. Ketika sedang menunggu resepsionis memproses data-data pemenang. Seorang wanita paruh baya melintas di sampingnya. Turut berdiri di depan meja resepsionis. Ryan memperhatikan dari ujung rambut sampai ujung kaki. Tapi wanita itu tidak bergeming. Ryan pura-pura tidak mengenalinya. Meskipun dalam hatinya dia bergumam menebak “kok kayak kenal?” Sesampainya di rumah, Ryan mempertanyakan hal tersebut kepada Mamanya. “Kok kamu tahu?” tanya Mama sambil meneguk minuman dingin sampai habis.

“Ya iyalah tahu. Kan Ryan juga ikutan kuisnya. Cuma lagi nggak hoki aja.”

Papa sempat menengahi keributan yang terjadi antara Mama dan anak karena hal sepele.

Akhirnya Mama dan Ryan saling mengakui bahwa mereka bertengkar layaknya anak kecil yang tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan. Mereka pun dengan segera saling meminta maaf & mengakui kesalahannya masing-masing.

Hingga adik Ryan, Iyan mempertanyakan buku Harry Potter hadiah dari radio untuk dibacanya. Ryan tidak mengizinkan karena dia sendiri baru mau mulai membacanya. Keributan kecil pun kembali terjadi efek Ryan tenggelam di dalam kamar dan fokus membaca novel Harry Potter yang lagi digandrungi banyak orang tersebut.

*****

3 disukai 3.8K dilihat
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Tidak ada komentar
Saran Flash Fiction