FRANCHINE

Dia melambaikan tangannya padaku ketika panggilan video itu ia angkat. Aku tersenyum kepadanya sambil duduk pc-ku. Mengupas apelku sambil menunggunya yang sepertinya membopong kucingnya kepangkuannya.

"Ah, akhirnya setelah sebulan aku berhasil menyisihkan waktu untukmu."

Dia terlihat sangat lega dengan hal itu dan masih tersenyum cerah padaku.

"Oh, kau mulai membaca buku lagi? Bukankah itu buku yang sempat ku baca dulu." Tanyanya sambil mengelus kucing bernama Franchine.

"Iya, aku mulai bosan tinggal di rumah selama pandemi." Dia mengangguk pelan kemudian menatapku lama.

"Apa yang kau dapat dari buku itu?."

"Sesuatu yang unik. Disini tertulis bahwa setiap harinya kita memiliki kemungkinan besar untuk bertemu 7 psikopat. Tidakkah itu menarik." Aku tertawa kecil dengan kalimatku sendiri.

"Tentu saja unik, kau saja jarang keluar rumah setiap harinya." Aku tertawa setuju.

"Aku tau buku ini sangat nyeleneh." Dia masih menatapku. Sangat intens hingga Franchine terlepas dari pangkuannya.

"Tidakkah kau tinggal bertemu 6 orang lagi hari ini?." Aku mengerutkan keningku dan menatapnya dengan bingung.

"Kau yakin sudah mencuci pisaumu dengan bersih sebelum mengupas apelmu?" Aku terdiam kemudian tersenyum kecil dan lembut padanya. Bagaimana dia tau Franchine yang ia bawa bukanlah Franchine yang sama yang ku masak untuk sarapan tadi pagi.

12 disukai 7 komentar 1.2K dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
@anitaraharja ditunggu ya.. Belum produktif hehehe 😘
Bikin FF lagi sist... seneng deh bacanya.
Awas yang dirumah psikopat engga hehehe
huaaa.. kalau aku di rumah terus, berarti psikopatnya para penghuni rumah, dong? 😱
Terima kasih kak donny dan yesno atas review nya
Senang membacanya...
Mantap Kak, ringan dibaca👍
Saran Flash Fiction