Lebaranku

Aku tersentak mendengar sayup suara takbir. Lebaran tiba!

Tak dapat dipungkiri, lebaran adalah hari favoritku dalam setahun. Hari di mana semua keluarga emak berkumpul. 

Biasanya pada malam takbiran seperti ini, dapur sudah dipenuhi aroma sedap berbagai macam masakkan. Ada ketupat, opor ayam, tumisan bihun kecap dengan cabai hijau dan sambal goreng kentang. Bahkan, pernah juga kuhirup aroma sop buntut sapi dan gulai ayam. Apapun yang tersaji esok hari di sini, akan selalu mengoyang lidah.

Hanya saja aroma masakkan tidak terendus olehku malam ini. Bahkan, rumah emak sunyi tanpa penghuni—selain aku tentunya. Emak memang sudah beberapa bulan belakangan tinggal di rumah anaknya. Mungkin saja, emak dan keluarganya baru akan datang esok hari untuk salat Idul Fitri di sini. 

Emak punya anak tujuh, menantu enam, cucu 26 dan cucu menantu 21. Belum termasuk cicit dan buyut yang jumlahnya bertambah hampir setiap tahun. Aku tinggal bersama emak cukup lama, sehingga bukan hanya hafal nama anggota keluarganya, tetapi kenal baik dengan mereka satu per satu.

Meskipun suara takbir terdengar dan beberapa orang berada di masjid keesokkan harinya, tetapi tidak satupun kulihat keluarga emak datang kemari. Biasanya setelah subuh, rumah ini penuh dengan hiruk pikuk keluarga emak, dan baru beranjak sunyi setelah Isya. Nyatanya hari ini tidak!

Rumah emak yang luas, sunyi sepanjang hari. Tidak ada cerita serta senda gurau anak-anak emak, kericuhan cucunya memperebutkan potongan daging atau sendokkan es krim terakhir dan para cicit juga buyut yang berkejar-kejaran sambil berteriak sepanjang lorong rumah emak. Bahkan, suara dentingan mangkuk pedagang baso yang selalu bersilaturahmi setiap tahun ke rumah emak pun tidak terdengar! 

Kalian ada di mana?

Mengapa tidak datang?

Aku kesepian di sini!

Aku merindukan kalian.

Tolong, jangan biarkan aku sendirian di rumah emak Idul Adha nanti, ya!

Idul Fitri 2020,

Dari aku, 

Si kursi meja makan rumah emak

33 disukai 5 komentar 11.5K dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Terima kasih kakak² udah membaca karyaku. Sukses untuk kakak² semua ❤
Jadi kepengen bikin cerita tentang lebaran di rumah nenek
Bagus banget kak ceritanya☺️aku kira dia itu assisten rumah emak tapi ternyata kursi meja makan rumah emak 🤭aku salah fokus😁
mantabz twistnya keren euy, gak ketebak. 👍👍
"Di kursi makan rumah emak" ... ohh, sound confortable. Love.
Saran Flash Fiction