DARKSIDE

Terlihat gambar bekas kematian seseorang. 

ROY, "Setahun yang lalu, aku selalu merasakan kesepian, tak dihargai dan selalu direndahkan. Tepat satu bulan yang lalu, seseorang menawarkan pekerjaan yang sangat menantang dengan bayaran yang begitu menggiurkan. Aku menerimanya. Dengan syarat, aku butuh penghargaan atas apa yang aku kerjakan. Atasannya biasa dipanggil ABANG menyanggupi itu. Tak ada satupun dari anggotanya yang pernah bertemu dengannya. Kali ini, dia memberiku pekerjaan yang biasa disebut COLLECTING. Namun caraku sedikit berbeda. Inilah caraku.."

Sebuah kamar.

Seseorang sedang tertidur, beberapa kali lampu kamarnya hidup mati. Ketika lampu hidup, datang seorang dengan membawa pensil. Dengan cepat menusuk lehernya sekali saja dan langsung mati.

ROY, "Yaahh.. Begitulah caraku, aku memberinya nama QUIETLY KILLING. Setelah menuntaskan pekerjaan, biasanya seseorang diutus ketempat tinggalku untuk mengirimkan surat dari ABANG."

Kamar ROY.

ROY baru selesai memasak mie, dan akan memakannya.

Terdengar ketukan dipintu.

ANGGOTA ABANG, "Dari ABANG."

Keluar surat dari celah bawah pintunya.

ROY langsung mengambil surat dan membacanya.

Belum selesai membaca, kembali terdengar ketukan pintunya.

Namun tidak terdengar suara selain ketukan. ROY merasa ini aneh karena tidak ada yang tau tempat tinggalnya kecuali ABANG dan pengirim surat.

Pintu dibuka dengan paksa. Dua orang memegang pistol dan pisau.

Mereka langsung masuk, dan tidak menemukan apapun selain mie yang masih berasap.

Mereka memeriksa ruangan satu persatu.

Disebuah ruangan salah seorang diantara mereka terkunci.

Dia bersiap-siap, merasa ketakutan karena ruangan kecil dan gelap.

ROY sudah berada dibelakangnya. ROY menusuknya dengan menggunakan sendok tepat di ehernya dan mati tanpa suara.

Pintu ruangan tersebut terbuka. Didalamnya ada mayat.

Seorang yang berada diluar ketakutan dan berlari hendak meninggalkan rumah.

Kursi bergerak dan menabraknya sehingga dia terjatuh, dari atas muncul ROY memegang garpu dan menusuknya di bagian wajah berkali-kali dengan bengis sambil tertawa menikmatinya.

ROY langsung kembali ke meja makan untuk menyantap mienya tadi. Seketika dia teringat dengan surat itu dan mengambilnya lalu ROY membuka isi suratnya.

ROY, "Haaaahhh!"

Sesaat sebelum menyelesaikan misinya.

Diluar kamar, terdapat beberapa orang yang berjaga, namun ROY tetap fokus untuk menyelesaikan misinya tanpa membunuh yang lain.

ROY langsung masuk ke kamar korban. Terlihat seorang lelaki berbadan besar sedang tertidur dengan nyenyak. 

Tanpa berpikir panjang ROY langsung melangkah mendekati KORBAN, setiap ROY melangkah, lampu kamar mati dan ketika melanjutkan langkahnya lampu kamar hidup kembali.

Ketika ROY sudah mendekat, sepersekian detik KORBAN tersadar dan langsung di tusuk tepat dibagian leher bagian samping menggunakan Pensil yang dibawanya sehingga korban tidak dapat mengeluarkan suara sedikitpun dan langsung mati.

Ternyata KORBAN tersebut adalah ABANG.

ROY adalah orang kesekian yang telah diberi misi ini, tapi hanya ROY yang mampu menyelesaikannya dengan baik.

Isi surat ABANG

"Jika engkau membaca surat ini, berarti engkau berhasil melakukan misi yang kuberi. Dan dengan itu pula kau berhak menggantikan posisiku. Sama seperti aku menggantikan posisi sebelumku.

Aku melihatmu sebagai orang terpilih itu yang mampu mengendalikan ilmu ghaib dari turun temurun. Aku juga penganut ilmu ghaib. Aku merasa kau melebihiku."

ROY, "Hmmm itulah kisahku, SISI KELAM dari hidupku. Namun kini, aku telah meninggalkannya. Aku telah membubarkan organisasi itu. Akhirnya aku tahu siapa pembunuh orang tuaku."

3 disukai 4.7K dilihat
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Tidak ada komentar
Saran Flash Fiction