Permintaan Maaf

Aku hanya bisa menangis. Kaki kekar lelaki itu kembali menendang tubuh ibu. Padahal, ibu tidak salah apa-apa. Meski aku tahu kalau mencuri sepotong roti dari toko milik lelaki tadi bukanlah hal baik. Tapi, ibu melakukannya demi aku, anaknya yang sedang kelaparan

“Tuan, maafkan ibuku. Kami hanya kelaparan,” ujarku yang kutahu hanya terdengar sebagai gonggongan anak anjing di telinga si pemilik toko roti tadi.

***

3 disukai 1 komentar 958 dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Suka bangeeeet
Saran Flash Fiction