A Letter for Leo

A Letter for Leo

Dear Leo.

Hari ini, kita berhasil mencapai anniversary kedua hubungan kita.

Terima kasih karena sudah mencintaiku dan memberiku kebahagiaan yang bertubi-tubi di dua tahun belakangan ini.

Kau begitu sempurna Leo. Kau baik, tampan, mapan, sabar, pengertian, setia, dan selalu ada untukku.

Asal kau tahu, kau adalah laki-laki idaman semua wanita yang mengenalku. Buktinya, mereka selalu bilang “Bella, kau sungguh beruntung menjadi pacar Leo.”

Senyumku pun selalu merekah saat mereka mengatakan itu padaku. 

Iya. Karena faktanya aku memang beruntung sekali menjadi pacarmu.

Tapi sayangku, maafkan aku.

Sebenarnya kesempurnaanmu selalu memantik rasa minder dalam diriku.

Karena di dua tahun ini, selalu aku yang nampak menjadi “si buruk rupa” dengan semua kekuranganku yang dengan mudah kau lengkapi dengan kesempurnaanmu.

Bukankah, dalam suatu hubungan kita harus mengenal kata “saling ?”

Maaf Leo, aku juga ingin bisa melengkapi kekuranganmu.

Agar aku, tak jadi benalu dalam hidupmu kelak.

Karena kecurigaanku ini, keluargaku banyak yang menganggapku aneh dan konyol.

Tetapi, pepatah “Tidak ada manusia yang sempurna” secara sadar dan tidak, nyatanya dialami hampir semua orang.

Bahkan, Zeus yang merupakan Raja dari para Dewa juga terkenal akan kekurangannya.

Kedua patokan itu yang selalu membuatku optimis untuk menemukan kekuranganmu.

Jujur, di antara semua kesempurnaan dalam dirimu, kesetiaanmulah yang kuanggap mengandung anomali.

Entah kenapa, meskipun fakta yang kualami selalu berkata kau setia, tetapi hatiku selalu yakin bahwa hatimu mendua.

Kecuriagaanku ini bukan tanpa usaha.

Sejak awal, kuceritakan semua kecurigaanku ini pada Sally, sahabat yang selalu setia menemaniku dalam susah dan senang dari kecil.

Aku bersyukur, setahun belakangan ini Sally mau membantuku membuktikan kecurigaanku ini meskipun aku tahu dia sebenarnya juga tak percaya. 

Berdua, kami jalankan skenario penjebakan dan pengintaian yang kami buat khusus untukmu. Tetapi, nyatanya kami selalu gagal.

Fakta-fakta yang kami temukan selalu memupuskan kecurigaanku.

Hingga, beberapa hari yang lalu tibalah Sally pada titik jenuh dan lelahnya. Ia akhirnya menyerah dalam membantuku menjalankan misi ini.

Wajar saja, karena kami selalu gagal.

Mungkin Sally merasa waktu dan energinya sudah banyak terbuang sia-sia.

Kata terakhir Sally sebelum pulang dari rumahku adalah “Sudahlah Bel, Leo itu pria yang setia. Percayalah padanya dan belajarlah hilangkan semua kecurigaanmu ini.” 

Tapi, maafkan aku sekali lagi sayang.

Aku tak bisa menuruti perkataan sahabatku.

Hatiku tetap berkhianat pada fakta-fakta yang ada.

Mungkin, aku harus berusaha dan menjalankan sendiri misiku ini.

Karena mungkin hanya aku yang mengerti gejolak hatiku.

Kubuat sebuah rencana yang berbeda dari sebelumnya. Dan tentunya, dengan lebih hati-hati dan rahasia.

Akhirnya, setelah berusaha dengan susah payah dan kuiringi doa, aku berhasil membuktikan kecurigaanku.

Leo sayang, ternyata kekuranganmu sama seperti kekurangan Zeus yang terkenal.

Pandai berselingkuh.

Kemarin malam, aku berhasil memergokimu sedang merayakan anniversary hubungan pertamamu dengan seorang wanita, dalam sebuah dinner romantis yang ditemani makanan dan minuman yang kalian sukai serta dekorasi bunga-bunga yang indah. 

Jika wanita-wanita yang mengidolakanmu di luar sana tau kekuranganmu ini, apakah mereka sanggup mengatakan “Leo, kau sungguh beruntung menjadi pacar Bella ?”

Dan juga, setelah mengetahui bahwa wanita selingkuhanmu ini ternyata adalah Sally, apakah aku akan bisa menerima kekuranganmu ini?

Happy anniversary sayang.

Hurt,

BELLA

1 disukai 2 komentar 991 dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Iya mbak, hiks hiks T_T
broken heart.. 😢💔
Saran Flash Fiction