Sebuah kapal pengangkut barang bernama Alexander Von Humboldt berlayar. Mengarungi seluruh dunia, mengirimkan barang. Gelombang laut yang buas sudah menjadi menu makanan kapal berukuran besar itu setiap saat. Sebentar lagi kapal berlabuh di dermaga Teluk Priya. Di atas kontainer crane, seorang lelaki berpakaian layaknya pesulap di tambah mengenakan jubah berdiri sembari memandangi kapal yang akan berlabuh, wajahnya mulai tersenyum. “Sudah saatnya mereka di berantas, kecoak – kecoak pengganggu itu.” Setelah berbicara sendiri, lelaki itu pergi bergelantungan menggunakan Grappling Hook Gun.
Satu per satu kontainer di turunkan setelah kapal berhenti di dermaga. Setiap kontainer di periksa lalu barang yang ada di dalamnya di pindahkan kemudian para truk pengangkut membawa barang tersebut untuk di terima oleh pemilik yang memesannya. Arah pengantaran menyebar luas hingga ke daerah Meruak.
Beraneka jenis pesanan dari mulai Televisi hingga kosmetik, semuanya mulai di hantarkan termasuk barang misterius yang berhasil di seludupkan. Senjata api, obat-obatan terlarang dan masih banyak lagi. Barang-barang tersebut di antar secara rahasia, tentunya dalam proses pengiriman harus ada sekelompok orang dalam alias komplotan yang bisa untuk di ajak kerja sama atau rekan satu perjuangan yang berhasil menyusup lalu menyamar.
Di dalam negara Runatara, hal tersebut sudah biasa terjadi dan malah yang menjadi titik berjalannya ekonomi wilayah tersebut adalah para berandalan seperti mereka. Truk pengangkut barang ilegal biasanya akan berkumpul di sebuah pabrik tua yang sudah di tinggalkan dan juga di sanalah semua makhluk yang haus akan kekayaan serta kekuasaan berkumpul.
Deru mesin tua yang rusak bergema di sudut-sudut pabrik yang remang. Bau besi berkarat dan minyak hangus memenuhi udara. Di tengah ruangan yang penuh dengan palet kayu dan mesin-mesin usang, beberapa orang berkumpul. Pabrik tua yang kosong itu seakan menjadi sedikit hidup. Bukan karena aktivitas pabrik pada umumnya, namun aktivitas yang terjadi di malam itu adalah bisnis gelap.
Truk-truk pengangkut barang ilegal telah sampai di tujuannya. “Hei! Cepat pindahkan barang ini dengan hati-hati. Kita harus selesa...