Disukai
0
Dilihat
1
Ketika Meja Itu Kosong
Slice of Life
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

Senin selalu datang tepat waktu.

Tanpa aba-aba.

Tanpa peringatan.

Tanpa karpet merah.

Kebanyakan orang merasa terganggu dengan hari Senin. Tapi itu tidak pernah berlaku untukku. Ada sesuatu tentang hari Senin yang selalu kunikmati.

Jadwal meeting yang menumpuk di kalender digital. Deadline laporan yang menunggu tanpa suara. Dan segala rutinitas lain yang sudah kulakukan ribuan kali di meja kubikel itu.

Hari Senin itu sibuk.

Seperti biasanya.

Namun pagi itu terasa sedikit berbeda.

Meja kubikel itu kosong. Hanya menyisakan layar monitor yang tidak lagi menyala, dan kursi kantor yang terdorong rapat di bawahnya. Tidak ada lagi cermin kecil di depannya. Tidak ada lagi botol minum dua liter merah jambu di sampingnya. Tidak ada lagi suara laptop yang berbunyi ketika jari-jariku sibuk menari di atas keyboard

Meja itu… akhirnya tidak lagi menunggu siapa pun.

***

Pagi itu belum benar-benar sibuk ketika suara itu tiba-tiba muncul dari arah pintu ruangan yang tidak j...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp2.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)