Disukai
0
Dilihat
10
journey without direction (perjalanan tanpa arah)
Aksi
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

chapter 1 karya:farhat akila rafie

di pagi hari yang cerah dan mempesona. aku keluar rumah untuk sekedar berjalan jalan. setelah keluar angin langsung menusuk kulitku , hawa dingin terasa di tubuhku. tubuhku menggigil.dengan cepat saya mengambil jas dingin saya yang ada dirumah, setelah mengambil jas saya langsung meneruskan perjalanan. di 1 km pertama saya tidak tau arah mau kemana saya juga tidak menentukan apa tujuan saya. saya juga tidak tau apa apa tentang desa ini pokoknya saya TIDAK TAU APA APA ,tunggu. saya teringat sesuatu saya kan punya google maps kenapa saya tidak menggunakan google maps saja untuk menunjuk arah . sungguh bodohnya saya ini. setelah itu saya membuka hp dan membuka google maps tapi alanhkah terkejutnya saya. saya belum beli pulsa. saya pun menyesal kenapa gak beli pulsa dulu ya.tapi beruntungnya di tasnya ada kompas yang bisa untuk mengarahkan arah ke mana saja . karna tidak ada jalan lain iya pakai kompas saja ia melanjutkan perjalanan nya yang tidak arah tersebut di 2 km pertaman ia akan melewati hitan rimba yang sangat gelap ia sebenarnya takut dengan hal gelap atau phobia gelap ia berkata "aduh gimana nih lewat hutan dan hutan itu gelap lagi“ ia memikirkan solusi agar dapat melanjutkan perjalanan tanpa arahnya itu tersebut ia memutuskan untuk menutupi wajahnya dengan kantong kresek gelap, tapi tunggu waktu itu ia tidak membawa kantong kresek gelap di tas nya hanya berisi baterai, handpone dan kompas. agar dapat kantong kresek gelap ia harus ........ mencari lah. ia mencari kantong kresek hitam dan menyusuri sekitaran rumput belulang yang tidak pernah dipotong itu. akhirnya ia menemukan kantong kresek hitam tapi kantong kresek tersebut kotor dna bau dan ia harus mencucinya agar kantong kresek itu dapat digunakan dan tentunya hiegenis ia mencari sumur bersih dan sungai bersih untuk membersihkannya. akhirnya ia berasil membersihkannya karna ia berhasil menemukan sungai bersih di dekat rerumputan akhirnya ia pakai kresek itu untuk memasuki hutan yang 1 jalan menuju kekota ia sedikit panik tapi ia mencoba tenang dan sabar . baru saja jalan tiba tiba ia mendengar suara gerakan tang ada di semak semak hatinya berdengung kencang ia mencoba tentang ia membuka kantong plastiknya sedikit dan duaaar jumscare . eh ternyata kucing ia akhirnya melanjutkan perjalanan ke kota . akhirnya setelah menempu waktu kurang lebih 1- 2 jaman akhirnya ia sampai ke kota. setelah sampai ke kota ia buru buru mencari cafe untuk singgah ke cafe tersebut karna sudah lapar dan haus ia memesan 1 piring nasi uduk dan 1 gelas es teh ia meneguk segelas air tersebut dengan lega karna berhasil terbebas dari kegelapan setelah meneguk segelas air ia buru buru untuk makan karna perutnya sudah lapar ia memakan satu suapan dan merasakan kenikmatan yang berasa enaknya setelah memakan nasi goreng itu dengan lahap ia melanjutkan perjalanan. tapi sebelum itu ia mencoba kuliner khas di kota yang ia belum ketahui itu . ia berkunjung di sebuah toko yang di toko tersebut menjual mie pedas dari level 1 sampai 200 ia memesan level pedas menengah yaitu level kisaran 45 sampai 60 ia memesan level 60 setelah dihidangkan ia menanyakan sesuatu kepada pelayan yang lagi berjaga di sana apakah di toko ini ada wi.fi . pelayan tersebut menjaawab bahwa ada wi.fi di toko ini. sontak ia menanyakan sandi wi.fi di toko ini . pelayan pun memberikan sandi wi.finya setelah berhasil menconnetkan wi.finya ia membuka google maps dan alangkah terkejut ia berada di kota modern firgo ia sontak senang karna ia berada di kota modern yang terkenal dengan teknologinya yang sudah sangat maju . seperti robot yang bisa membantu pekerjaan rumah robot pembersih yasudah ia tidak melanjutkan perjalannnya ia akhirnya menetap disana ia tidak pulang ke rumah lamanya ia lebih ingin bekerja di sana 20 tahun kemudian ia sekarang bekerja di perusahaan swasts yang bikin rocket dan misi luar angkass ia sangat menikmati hidup di kota modern ini

chapter 2

menikmati hidup

ia sangat sangat menikmati hidup di kota modern ini iya sekarang sudah jadi kaya raya ia sekarang sudah jadi miliarder karna gajinya sangat besar di kota modern ini ia juga sudah punya rumah mewah di kota ini .di suatu hari ia merindukan rumahnya yang dulu ia tinggali. akhirnya ia mengambil cuti di kantornya untuk berlibur ke rumah lamanya . menggunakan mobilnya dan ia langsung gaspol menggunakan mobil nya setelah melewati hutan ia teringat saat ia takut dengan hutan ia menutupi mukannya denga kresek bekas dan kotor setelah melakukan perjalanan sekitar 1 sampai 2 jam akhirnya ia sampai kondisi rumahnya sangat kotor dan terbengkalai akhirnya ia masuk ke dalam rumahnya ia melihat dengan mata telanjangnya sendiri rumah lamanya banyak ditumbuhi rerumputan dan banyak kecoa yang bertebangan ke mana mana akhir

Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)