Disukai
0
Dilihat
9
Jejak yg tak pernah hilang
Komedi
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

Jejak yang Tak Pernah Hilang

 

Pagi itu, kabut masih menyelimuti halaman belakang rumah tua itu saat Rian membuka lemari kayu berukir yang sudah berdiri di sudut ruangan lebih dari tiga puluh tahun. Bau kertas tua, kayu cendana, dan sedikit aroma tanah lembap langsung menyambut hidungnya, membawa ribuan kenangan yang sempat terkubur oleh kesibukan masa kini. Di bagian paling bawah lemari, tersembunyi di balik tumpukan kain sarung usang, ada sebuah kotak kulit berwarna cokelat gelap yang sudah mulai mengelupas di bagian sudutnya. Di atas tutupnya terukir huruf nama dengan tinta emas yang memudar perlahan dimakan waktu: Bapak, 1994.

 

Tangan Rian terasa din...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)