Dua Abah dan Dua Anak Perempuanya dari Pantura dan Parahyangan
Drama
"Anak perempuan saya harus pulang, Pak."
Kalimat itu datang pada pukul sembilan pagi, ketika Jakarta baru selesai menghirup kemacetan pertamanya. Dari jendela kantor di lantai lima, deretan atap seng berkilau diterpa matahari. Gedung-gedung tinggi berdiri jauh di belakangnya seperti orang-orang kaya yang terlalu sibuk untuk memperhatikan kesedihan orang lain.
Lelaki yang mengucapkannya datang dari Pantura.
Kulitnya legam. Kerutan di dahinya membentuk garis-garis panjang seperti jalan yang telah terlalu sering dilalui kendaraan berat. Kemeja kotak-kotak yang dikenaka...
Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp4.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
The Half Blood
Faty Fathiya
Skrip Film
Okuni
Joshua Vincentius
Cerpen
Dua Abah dan Dua Anak Perempuanya dari Pantura dan Parahyangan
Silvarani
Novel
CINTA TERHALANG KRISMON
Lirin Kartini
Flash
AKU SUDAH BERJANJI
Linggarjati Bratawati
Cerpen
BIAS-BIAS CINTA
Pitri Yanti
Novel
Cut Off
Dewi Fortuna
Novel
First place in my heart
Reveniella
Novel
Karanlık Sevda - Sebuah Kesepakatan
Erika Hasan
Flash
Luka Tak Berdarah
Lathifah Nur
Flash
Jangan Tebang Pohon Sawo Itu
Sulistiyo Suparno
Flash
Terapi kota
lidia afrianti
Cerpen
Ebony & Ivory
Steffi Adelin
Novel
Tough Woman
Anggi faizta
Novel
Dua Ketukan di Meja
Minnie Harissa
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Dua Abah dan Dua Anak Perempuanya dari Pantura dan Parahyangan
Silvarani
Flash
Bronze
Sibolga Kota Ikan Story : Ikan Melautku untuk Opung
Silvarani
Cerpen
Bronze
Tamu si Anak Kunti
Silvarani
Flash
Bronze
Desa Naga Kayu
Silvarani
Flash
Bronze
Beauty and The Beast Coalition
Silvarani
Flash
Bronze
Pernikahan Politik
Silvarani
Flash
Bronze
Seniman Darah Biru
Silvarani
Flash
Bronze
Aku Memang Monyet
Silvarani
Flash
Bronze
Menginterogasi Privasi
Silvarani
Flash
Bronze
Mawar Terakhir Persidangan
Silvarani
Flash
Bronze
Apel Hijau untuk Ketum
Silvarani
Flash
Bronze
Sembilan Ketua BEM
Silvarani
Skrip Film
Ada yang Hilang
Silvarani
Flash
Bronze
Hainan Dimsum Jam Dua Pagi
Silvarani
Cerpen
Bronze
Maaf Malam Minggu ini Aku di Lubang Buaya, Sayang
Silvarani