Kirim izin baca kepada penulis skrip ini?
Blurb
"Karena cinta adalah pembuka jalan. Karena cinta adalah penggerak semuanya." - Rahmat.
Pada tahun 1991, Rahmat, seorang tukang cukur rambut keliling asal Garut, menemukan Binar yang baru lahir di tempat sampah, di dekat Istana Negara, Jakarta. Meski terbatas secara ekonomi, Rahmat membesarkan Binar dengan kasih sayang yang melimpah dan tanpa syarat.
Namun, ketika Binar baru saja berusia 17 tahun, Rahmat terkena serangan struk. Untuk menutupi biaya rumah sakit, Binar terpaksa berhutang pada rentenir. Binar melakukan segala upaya untuk mencari uang, tetapi hasilnya masih jauh dari cukup. Kemudian, muncul secercah harapan ketika Binar melihat pengumuman lomba Putri Remaja 2009 yang berhadiah puluhan juta. Namun, untuk bisa mendapatkan mahkota juara kecantikan tentu tak mudah bagi Binar. Selain kerena faktor keterbatasan ekonomi, Binar juga dikenal tomboy dan sama sekali tak bisa dandan.
Bintang (17) adalah ‘bro" nya Binar. Keduanya sudah bersahabat sejak SMP. Bintang sudah menjadi yatim piatu sejak SD karena kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan. Sejak itu, Bintang hidup pas-pasan bersama kakak perempuannya. Bintang memang tak punya uang banyak, tapi ketampanannya yang luar biasa mampu menyihir banyak wanita dari lintas usia. Namun, Bintang belum pernah pacaran dan selalu menolak tawaran cinta para wanita. Hanya satu alasannya, karena sejak dulu, Bintang diam-diam mencintai Binar. Ketika Binar mengejar citanya, Bintang pun ikut tergerak untuk mengejar cinta Binar. Namun, sepertinya Binar anti sekali ada ‘cinta" di dalam persahabatan.
Pada tahun 1991, Rahmat, seorang tukang cukur rambut keliling asal Garut, menemukan Binar yang baru lahir di tempat sampah, di dekat Istana Negara, Jakarta. Meski terbatas secara ekonomi, Rahmat membesarkan Binar dengan kasih sayang yang melimpah dan tanpa syarat.
Namun, ketika Binar baru saja berusia 17 tahun, Rahmat terkena serangan struk. Untuk menutupi biaya rumah sakit, Binar terpaksa berhutang pada rentenir. Binar melakukan segala upaya untuk mencari uang, tetapi hasilnya masih jauh dari cukup. Kemudian, muncul secercah harapan ketika Binar melihat pengumuman lomba Putri Remaja 2009 yang berhadiah puluhan juta. Namun, untuk bisa mendapatkan mahkota juara kecantikan tentu tak mudah bagi Binar. Selain kerena faktor keterbatasan ekonomi, Binar juga dikenal tomboy dan sama sekali tak bisa dandan.
Bintang (17) adalah ‘bro" nya Binar. Keduanya sudah bersahabat sejak SMP. Bintang sudah menjadi yatim piatu sejak SD karena kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan. Sejak itu, Bintang hidup pas-pasan bersama kakak perempuannya. Bintang memang tak punya uang banyak, tapi ketampanannya yang luar biasa mampu menyihir banyak wanita dari lintas usia. Namun, Bintang belum pernah pacaran dan selalu menolak tawaran cinta para wanita. Hanya satu alasannya, karena sejak dulu, Bintang diam-diam mencintai Binar. Ketika Binar mengejar citanya, Bintang pun ikut tergerak untuk mengejar cinta Binar. Namun, sepertinya Binar anti sekali ada ‘cinta" di dalam persahabatan.
Premis
Bagian ini terkunci, beli untuk bisa melihat ini
Pengenalan Tokoh
Bagian ini terkunci, beli untuk bisa melihat ini
Sinopsis
Bagian ini terkunci, beli untuk bisa melihat ini
Disukai
0
Dibaca
431
Tentang Penulis
Dewi Anjani
Story and script writer
IG: @janijuly22
IG: @janijuly22
Bergabung sejak 2020-09-03
Telah diikuti oleh 105 pengguna
Sudah memublikasikan 5 karya
Menulis lebih dari kata
Rekomendasi dari Drama
Skrip Film
Binar Bintang
Dewi Anjani
Novel
My Broken Journal
Roka
Novel
LUKA BARA
Muhamad Irfan
Cerpen
Ibu
Eko Hartono
Novel
Batu Selomita
YOHS SUWONDO
Skrip Film
Sinestesia
Husen Mulachela
Cerpen
Ada Apa dengan Cinta(ku)
hyu
Novel
Luka Seorang Pejuang Garis Dua
GreenTea
Flash
Manusia
Rere Valencia
Cerpen
Abhia & Chaz
Pink Unicorn
Cerpen
2047
Fajar Muharram
Novel
MIKA PELAYAN SENSI
Euis Shakilaraya
Novel
The Journey of My Life | Dimension
Anisatul Wafiroh
Novel
Bisakah aku menjadi milikmu?
Uswatun Hasanah
Cerpen
Alasan yang Tak Pernah Hilang
Mochammad Ikhsan Maulana
Rekomendasi