Terkenal Cerdik dan Lucu, Siapa Abu Nawas Sebenarnya?

Terkenal Cerdik dan Lucu  Siapa Abu Nawas Sebenarnya  - Indahhikma kisah,lucu,nawas,termasuk,dalam,cerita,1001,malam,yang,tersohor,seluruh,negeri,namun,siapa,sebenarnya,sosok,dari,cerdik,tersebut,apakah,nyata
Kisah lucu Abu Nawas termasuk dalam cerita 1001 malam yang tersohor di seluruh negeri. Namun siapa sih sebenarnya sosok dari si cerdik tersebut? Apakah nyata?

Pernahkah tidak kamu mendengar tentang kisah Abu Nawas yang penuh dengan kecerdikan? Dulu sih kisahnya sering sekali ditayangkan di televisi setiap bulan Ramadhan. Anak-anak hingga orang dewasa kerap terpingkal dengan akalnya yang ada-ada saja sampai-sampai bisa mengecoh Sang Raja.

Tetapi, apakah Abu Nawas tersebut benar-benar ada? Atau hanya kisah fiksi? Simak ulasannya berikut ini daripada penasaran!

1. Pujangga Cerdik
Pujangga Cerdik
datdut.com

Kisah 1001 malam yang tersebar ke sleuruh penjuru dunia menjadikan kisah Abu Nawas begitu terkenal. Banyak yang bertanya tentang keberadaannya di dunia nyata. Namun rupanya ia memang pernah ada. Menurut catatan sejarah, ia dilahirkan pada 747M di Ahvaz, Persia. Nama lengkapnya yakni Abu Ali Al-Hasan bin Hani Al-Hakami. Ayahnya merupakan anggota militer Marwan II.

Abu Nawas sendiri adalah seorang berdarah campuran, yakni Arab dari sang ayah dan Persia yang diturunkan dari ibu. Saat beranjak remaja, ia dikenal sebagai penyair dan pujangga Sastra Arab Klasik yang menuliskan banyak kisah cerdik.

2. Seorang anak yatim piatu
Seorang anak yatim piatu
tribunnews.com

Abu Nawas memiliki ibu bernama Jalban yang berdarah Persia. Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, sang ibu bekerja sendiri menjadi seorang pencuci kain wol. Di masal kecil, sang pujangga menghabiskan waktunya untuk belajar.

Ketertarikannya pada syair kemudian membawa Abu Nawas pada Sastra Arab. Ia belajar Al-Qur'an dari gurunya yang beranama Ya'qub Al-Hadrami. Sementara ilmu hadits ia peroleh dari Abu Walid bin Ziyad, Muktamir bin Sulaiman, Yahya bin Said Al-Qattan dan Azhar bin Sa'ad As-Samman.

3. Belajar Ilmu Sastra
Belajar Ilmu Sastra
jalalain.com

Abu Nawas terinspirasi dari karya Waliban bin Habab Al-Asadi. Suatu hari sang penyair terkenal tersebut tertarik dengan bakat yang dimiliki Abu Nawas. Akhirnya ia pun menawarkan diri untuk menjadi guru dan memoles gaya bahasa muridnya itu menjadi lebih halus dan teratur. 

4. Gaya hidup glamor
Gaya hidup glamor
realkismis.blogspot.com

Usai karyanya dikenal oleh masyarakat, maka ia pun banyak menghibur para bangsawan dengan syair-syairnya yang penuh pujian. Bukan tanpa alasan, ia melakukan hal demikian agar memperoleh upah yang tinggi. Sebab para masyarakat kalangan atas di masa Dinasti Abbasiyah lebih suka disanjung.

Ia pun semakin bersinar dan menggunakan uang yang diperoleh untuk hura-hura. Namun selama di puncak karir itu pula ia kerap melakukan hal-hal kontroversial.

5. Dipenjara
Dipenjara
islamindonesia.id

Sebagai seorang penyair, ia memang kerap menghasilkan karya-karya yang memuji para bangsawan. Namun melalui puisi Kafilah Bani Mudar, seorang penguasa tersinggung dan menjebloskannya ke penjara.

Dari sinilah kehidupannya berubah total. Hidup dalam keprihatinan justru membuatnya semakin dekat dengan Allat SWT. Sehingga syair-syairnya yang biasanya penuh dengan kesombongan lebih memiliki sentuhan Islami.

6. Meninggal dalam kesendirian
Meninggal dalam kesendirian
kaskus.co.id

Tampaknya pernah merasakan dinginnya penjara tak membuat Abu Nawas jera. Di usianya yang sudah menginjak lanjut, ia kerap menghabiskan waktu untuk minum minuman keras. Namun di malam ia tak sadarkan diri, ada seseorang yang tiba-tiba mendekat.

Dikutip dari datdut.com, orang tersebut berkata,”Jika engkau tak mampu menjadi garam yang melezatkan hidangan, maka janganlah menjadi lalat yang menjijikkan dan merusak hidangan itu.”

Ia pun bangun dan terhentak. Abu Nawas menyadari bila perilakunya selama ini tak sesuai dengan norma agama. Ia kembali mengubah hidupnya dan melahirkan syair-syair yang berisi zikir. Di akhir hidupnya, ia kerap menghabiskan waktu di masjid untuk i'tikaf hingga meninggal di Baghdad pada tahun 810 M. Sang penyair pun dimakamkan di Syunizi.

Jika mendengar kisah Abu Nawas, siapa sih yang tidak tergelitik hatinya. Hayo, siapa yang rindu ingin nonton cerita dari si penyair cerdik ini? (ind)

Source: Datdut.com

Lanjut membaca lebih mudah dengan mengunduh Aplikasi Kwikku
1 tahun 6 bulan lalu
0
Boost!
Bagikan


SARAN DARI DISCOVER
Hai Generasi Muda, Yuk Kembali Menulis Surat Dengan Prangko Seri Dilan!
5 Tempat Paling Mengerikan Di Dunia, Travelers Yakin Mau Berkunjung?
Ada Fakta Menarik Nih Tentang Valak, Setan Biarawati yang Ikonik di Conjuring 2
7 Pemain Sepakbola Berwajah ‘Kurang Beruntung' yang Punya Istri Cantik, Masak Kamu Kalah?
Beberapa "Civil War" Inilah Yang Biasanya Terjadi Saat Bulan Ramadhan !
Pernah Jadi Anak Generasi 90-an, Masih Kenal dengan Para Penyanyi Cilik Ini?
Sumpah Keren! Kumpulan Foto Koplak Ini, Cuma Ada Di Indonesia
Maschalismos, Ritual Supaya Mayat Tidak Gentayangan di Berbagai Dunia
Pos Indonesia Resmi Luncurkan Prangko Dilan, Berikut Penampakan dan Harganya!
5 Firaun Wanita Penguasa Mesir Kuno Ini Dikenal Paling Hebat dan Cantik
Kenali Motif-motif Batik Etnis Yuk!