Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
Bagi dunia, Lana adalah sebuah keheningan yang panjang. Dia adalah gadis yang berdiri di antara keramaian, namun kehadirannya sering kali dianggap tak lebih dari seonggok benda mati.
Di dalam dadanya, Lana menyimpan ribuan kelereng kaca berwarna-warni. Setiap kelereng adalah kata yang ingin ia ucapkan—Ibu aku sayang kamu, Aku takut, Tolong dengarkan aku—namun semuanya tersumbat di pangkal tenggorokan. Bagi Lana, berbicara bukan sekadar mengeluarkan suara, melainkan upaya memecahkan botol kaca yang mengurung jiwanya.
Di sekolah, dunia adalah raksasa yang meneriakinya setiap saat. Namun, segalanya berubah ketika ia bertemu Gilang, anak laki-laki dengan noda tinta di jemarinya yang melihat Lana bukan sebagai "si bisu", melainkan sebagai sebuah mahakarya yang belum selesai dilukis.
Saat sebuah festival bakat memaksa setiap orang untuk "menunjukkan suara", Lana berdiri di persimpangan paling sulit dalam hidupnya. Haruskah ia tetap bersembunyi di balik dinding sunyi yang aman, atau berani menghancurkan botol kaca itu dan membiarkan dunianya tumpah, meski ia tahu pecahannya mungkin akan melukainya?
Di dalam dadanya, Lana menyimpan ribuan kelereng kaca berwarna-warni. Setiap kelereng adalah kata yang ingin ia ucapkan—Ibu aku sayang kamu, Aku takut, Tolong dengarkan aku—namun semuanya tersumbat di pangkal tenggorokan. Bagi Lana, berbicara bukan sekadar mengeluarkan suara, melainkan upaya memecahkan botol kaca yang mengurung jiwanya.
Di sekolah, dunia adalah raksasa yang meneriakinya setiap saat. Namun, segalanya berubah ketika ia bertemu Gilang, anak laki-laki dengan noda tinta di jemarinya yang melihat Lana bukan sebagai "si bisu", melainkan sebagai sebuah mahakarya yang belum selesai dilukis.
Saat sebuah festival bakat memaksa setiap orang untuk "menunjukkan suara", Lana berdiri di persimpangan paling sulit dalam hidupnya. Haruskah ia tetap bersembunyi di balik dinding sunyi yang aman, atau berani menghancurkan botol kaca itu dan membiarkan dunianya tumpah, meski ia tahu pecahannya mungkin akan melukainya?
Tokoh Utama
Lana Anindita
#1
BAB 1: KELERENG DI TENGGOROKAN
#2
BAB 2: AROMA KOPI DAN ISAK TANGIS
#3
BAB 3: LABIRIN KORIDOR
#4
BAB 4: BAHASA TANPA SUARA
#5
BAB 5: RAHASIA DI BAWAH POHON KAMBOJA
#6
BAB 6: WARNA YANG BERTERIAK
#7
BAB 7: LUKA LAMA
#8
BAB 8: SAYEMBARA CAHAYA
#9
BAB 9: BENTENG KAMBOJA
#10
BAB 10: GORESAN TERAKHIR
#11
BAB 11: GEMA DI GALERI
#12
BAB 12: SABOTASE MALAM HARI
#13
BAB 13: SUARA YANG KEMBALI
#14
BAB 14: SURAT DARI GALERI NASIONAL
#15
BAB 15: SIMFONI ABADI
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
0
Dibaca
139
Tentang Penulis
P12
-
Bergabung sejak 2026-02-16
Telah diikuti oleh 13 pengguna
Sudah memublikasikan 11 karya
Menulis lebih dari 25,333 kata pada novel
Rekomendasi dari
Rekomendasi
Novel
Bronze
SIMFONI DI BALIK BOTOL KACA.
P12
Cerpen
Bilasan Terakhir.
P12
Novel
Bronze
Kultivator Terkuat yang Mengira Dirinya Warga Sipil.
P12
Cerpen
Bronze
KALA: Perjalanan Terakhir
P12
Cerpen
Bronze
Elara
P12
Cerpen
Bronze
Si Hitam Bernama Beruntung.
P12
Cerpen
KEDAI KOPI PUKUL EMPAT
P12
Cerpen
Bronze
Simfoni di Balik Botol Kaca
P12