Novel
Genre → Drama
Satu Rumah Dua Luka
Mulai membaca
Berlangsung
Gratis untuk dibaca
Novel ini masih diperiksa oleh kurator
Blurb
Setelah dua tahun jadi Influencera sukses dari menjual kemalangan dan luka, Elang(24) kini kehilangan segalanya dalam semalam. Dia terseret kasus investasi bodong yang dipromosikannya, ia terancam dipenjara jika tidak membayar ganti rugi dalam kurun waktu tertentu.

Sebuah kabar duka datang membawa secercah harapan: ayahnya meninggal dunia dan meninggalkan rumah warisan yang bernilai tinggi.

Namun, itu tidak datang dengan gratis, dalam surat wasiat ayahnya, ada bayaran yang menyiksa batinnya.
Elang wajib menjadi wali sah dari Elaine (9) adik tirinya.

Bagi Elang, Elaine adalah anak dari wanita selingkuhan yang dulu menghancurkan keluarga Elang dan membuat ia dan ibunya menderita.
Kini, demi kebebasan dari jeruji besi, Elang terpaksa tinggal satu atap dan mengasuh anak kecil yang ia benci.

Elaine dari awal tak pernah memilih untuk lahir di keluarga mana, ia juga tak pernah berharap jadi satu-satunya yang selamat dalam kecelakaan maut yang menewaskan kedua orang tuanya.
Baginya Elang kini satu-satunya keluarga, Elaine mau lakukan apa saja, mematuhi aturan apa pun, agar tidak ditelantarkan, meski tau ia terus dipandang dengan kebencian.

Sementara waktu ganti rugi terus menipis, dinding rumah warisan itu kian sesak oleh dendam dan rasa bersalah. ancaman penjara mulai mengetuk pintu, akankah Elang tega mengorbankan Elaine demi menyelamatkan dirinya sendiri, ataukah ketulusan bocah itu justru menjadi satu-satunya penyelamat hidup Elang yang telanjur hancur?
Tokoh Utama
Elang Erlangga Pratama
Elaine Erlinda Pratama
Kamu harus masuk terlebih dahulu untuk mengirimkan ulasan, Masuk
Belum ada Ulasan
Disukai
0
Dibaca
25
Tentang Penulis
Vebrian D. Langkai
Seorang pemimpi, yang kini berjuang menghidupi mimpinya, bukan yang hidup dalam mimpi.
Bergabung sejak 2020-12-14
Telah diikuti oleh 56 pengguna
Sudah memublikasikan 3 karya
Menulis lebih dari 15,013 kata pada novel
Rekomendasi dari Drama
Rekomendasi