Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
Menjadi anak pertama bukan sekadar urutan kelahiran, melainkan takdir yang memaksa bahu muda menopang seluruh dunia. Sejak kepergian sang ayah, Raina melepas mimpinya, menukar masa mudanya dengan kerja keras, dan menganggap kewajiban sebagai jalan hidupnya. Ia rela berpeluh dari pagi hingga malam, demi memastikan ibunya tidak kekurangan dan adik-adiknya tetap bisa bersekolah.
Namun, pengorbanan sebesar apa pun tak pernah cukup di mata orang-orang di sekelilingnya. Setiap langkah pulang yang lelah, ia disambut bukan dengan senyum, melainkan keluhan panjang ibunya yang tak pernah puas selalu membandingkan, selalu menyalahkan, seolah segala kesusahan adalah salah Raina. Di luar rumah, tak kalah perih: tetangga yang bergunjing, saudara yang mencibir, dan kata-kata tajam yang mempertanyakan masa depannya, seolah ia tidak pernah berjuang sama sekali.
Raina hanya bisa diam. Menelan sesak, menyembunyikan air mata di balik punggung yang ia coba tegakkan. Badannya lelah, namun batinnya jauh lebih remuk. Ia bertahan bukan karena ia kuat, tapi karena ia tak punya tempat untuk pulang selain rumah itu. Sampai kapan bahunya sanggup menahan beban yang kian hari kian berat? Dan apakah suatu saat, pengorbanan besar ini akan dilihat, atau ia akan hancur diam-diam sebelum sempat dihargai?
Namun, pengorbanan sebesar apa pun tak pernah cukup di mata orang-orang di sekelilingnya. Setiap langkah pulang yang lelah, ia disambut bukan dengan senyum, melainkan keluhan panjang ibunya yang tak pernah puas selalu membandingkan, selalu menyalahkan, seolah segala kesusahan adalah salah Raina. Di luar rumah, tak kalah perih: tetangga yang bergunjing, saudara yang mencibir, dan kata-kata tajam yang mempertanyakan masa depannya, seolah ia tidak pernah berjuang sama sekali.
Raina hanya bisa diam. Menelan sesak, menyembunyikan air mata di balik punggung yang ia coba tegakkan. Badannya lelah, namun batinnya jauh lebih remuk. Ia bertahan bukan karena ia kuat, tapi karena ia tak punya tempat untuk pulang selain rumah itu. Sampai kapan bahunya sanggup menahan beban yang kian hari kian berat? Dan apakah suatu saat, pengorbanan besar ini akan dilihat, atau ia akan hancur diam-diam sebelum sempat dihargai?
Tokoh Utama
Raina
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
7
Dibaca
191
Tentang Penulis
M Helmi Akhdan
-
Bergabung sejak 2026-06-04
Telah diikuti oleh 6 pengguna
Sudah memublikasikan 2 karya
Menulis lebih dari 22,898 kata pada novel
Rekomendasi dari Religi
Novel
Pundak Si Sulung
M Helmi Akhdan
Novel
Menemukan Soulmate Pilihan Allah
Noura Publishing
Novel
Ku kira kau rumah
Devia Pebriyanti
Novel
Bincang Pernikahan
Mizan Publika
Novel
Buku Tentang Orang-Orang Biasa
Kandil Sukma Ayu
Novel
Besok Saja Kita Bahagia
Hani Abla
Novel
Jeremba Asmaraloka
Mutiah Anggerini
Novel
Bersua di Jannah-Nya
Rahmah Athaillah
Novel
Bahasa Langit
Syafi'ul Mubarok
Cerpen
Waktu, Alien, dan Plasma
M. Faizal Armandika
Flash
Manusia
Mahmud
Flash
Makam Pahlawan
Noor Kayyis
Cerpen
Sabda Malaikat
Eko Sam
Novel
My Destiny is You
Almayna
Novel
Takdir Allah Tak Pernah Salah
Mizan Publishing
Rekomendasi