Daftar isi
#1
Suara Sebagai Rumah
#2
Suara Dari Gelombang Radio
#3
Pagi yang Dulu Pernah Ada
#4
Sehari di Lereng Wangi
#5
Musim yang Mulai Pendek
#6
Suara yang Disimpan Langit
#7
Hari Ketika Lereng Wangi Tutup Lebih Awal
#8
Lereng Wangi, Sekali Lagi
#9
Waktu Berlalu, Musim Berganti
#10
Lahirnya Sebuah Kedai Kopi
#11
Hari Pertama Di Kopitaloka
#12
Anak yang Datang Saat Hujan
#13
Sehari di Kopitaloka
#14
Kopitaloka Mulai Miring, Kapitan!
#15
Kehadiran Kotak Misterius
#16
Membuka Kotak Misteri
#17
Untuk Dibuka Saat Kamu Merasa Gagal
#18
Kaset Pita Peninggalan Ibu
#19
Suara Sang Ibu
#20
Orang-Orang yang Kembali Terdengar
#21
Suara-Suara yang Kembali
#22
Warisan yang Tidak Bisa Habis
#23
Penjaga Suara yang Hilang
#24
Kejutan Kecil Dari Sahabat Lama
#25
Penjaga Yang Tidak Terlihat
#26
Mempersiapkan Sebuah Kotak Berisi Pelukan
#27
Rak Penampung Suara
#28
Suatu Malam, Sena Mulai Menulis Surat
#29
Si Rambut Ikal
#30
EPILOG I: Setelah Video Itu
#31
Lampiran I: Beberapa Suara Yang Ditinggalkan Di Kotak Pesan Kopitaloka
#32
Lampiran II: Catatan Operasional Egi
#33
Epilog II: Orang-orang Yang Pernah Singgah Di Kopitaloka
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#27
Rak Penampung Suara
Bagikan Chapter
Chapter Terkunci
Cuplikan Chapter ini
Sekarang ini Kopitaloka memiliki sebuah rak khusus yang ditempatkan oleh Sena di sudut ruangan Sebuah rak yang isinya adalah kotak-kotak tempat menyimpan surat-surat dari pengunjung Orang-orang mulai menyebutnya dengan nama yang berbeda-beda Dinding Cerita Sudut Kenangan Perpustakaan Hati Namun bagi Sena semuanya memiliki nama yang sama SuaraPak Anwar memerhatikan rak-rak itu dengan pandangan haru setiap kali dia mampir ke Kopitaloka Seperti biasa Duduk dekat jendela Menyeruput ko
Beli Chapter
Baca chapter ini, detik ini juga
Rp2.000
atau 2 kunci
Beli Novel
Semua chapter akan terbuka
Rp20.000
atau 20 kunci
Chapter Sebelumnya
Chapter 26
Mempersiapkan Sebuah Kotak Berisi Pelukan
Chapter Selanjutnya
Chapter 28
Suatu Malam, Sena Mulai Menulis Surat
Sedang Dibicarakan
Cerpen
Bronze
Laki-Laki di Jeramba
Dimarifa Dy
Flash
Ritual Gerhana Bulan Merah
Athar Farha
Cerpen
Bronze
Goresan Takdir di Jalur Besi
Amrullah Ibrahim
Novel
Paradoks Waktu: Timeline
Marion D'rossi
Cerpen
Bronze
Levanter
Tantan
Flash
Bronze
Rumah Bapak
Ika nurpitasari
Komik
Bronze
The Ninth Soul
Ei
Flash
Bronze
Hujan Setelah Pelangi
Rahmawati
Flash
Bronze
Desa Naga
Silvarani
Flash
Bronze
my wife di dunia maya
Okhie vellino erianto
Flash
Diujung Sana
Ariq Ramadhan Nugraha
Flash
Sajen
Lovaerina
Flash
Bronze
SEHIDUP, SEMATI
Ri(n)Jani
Cerpen
Catatan Masa Percobaan
RA Senja
Novel
Sebelum Matahari Pulang
noeeyyy
Cerpen
Bronze
Untukmu, Muara Rinduku
Aizawa
Flash
Sebatang Paku
Hans Wysiwyg
Novel
Kamar Tidur
N'zyna
Novel
Bronze
BINGKISAN DI BAWAH MEJA
Efi supiyah
Novel
Bronze
Koma Karmila
Herman Sim