Daftar isi
#1
Chapter I: Pergi Setelah Kembali
#2
Chapter II: Kembali Pada Keputusan Sesaat
#3
Chapter III: Sesaat Tanpa Arah
#4
Chapter IV: Arah Yang Benar
#5
Chapter V: Benar-benar Sulit
#6
Chapter VI: Sulit Menemukan Solusi
#7
Chapter VII: Solusi Tanpa Opsi
#8
Chapter VIII: Opsi Paling Akhir
#9
Chapter IX: Akhir Dari Perjalanan
#10
Chapter X: Perjalanan Sebelum Ke Rumah
#11
Chapter XI: Rumah Lama
#12
Chapter XII: Lama-lama Begitu Khawatir
#13
Chapter XIII: Khawatir Akan Kenyataan
#14
Chapter XIV: Kenyataan Dalam Keluarga
#15
Chapter XV: Keluargamu Bukan Kami
#16
Chapter XVI: Kami, Ibu dan Bapakmu
#17
Chapter XVII: Bapakmu Meninggal
#18
Chapter XVIII: Meninggalkan Misteri
#19
Chapter XIX: Misteri Yang Tersimpan
#20
Chapter XX: Tersimpan Di Memori
#21
Chapter XXI: Memori Yang Diungkap
#22
Chapter XXII: Ungkapan Hati
#23
Chapter XXIII: Hati Yang Terluka
#24
Chapter XXIV: Terluka Sedalam Samudra
#25
Chapter XXV: Samudra Kehidupan
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#16
Chapter XVI: Kami, Ibu dan Bapakmu
Bagikan Chapter
1. "Jang, makan dulu!"
2. "Sebentar lagi, Bu!"
3. "Ganteng sekali anak ini!"
4. "Kan cowok. Kalo cewek baru cantik!"
5. "Kayak siapa anak ini, Ceu? Perasaan nggak asing kelihatannya. Pernah lihat di mana gitu!"
6. "Siapa, tuh, mirip ibu bapaknya aja mungkin!"
7. "Pokoknya ada aja. Itu semuanya jadi berapa?"
8. "Dua belas ribu,"
9. "Kenapa, Jang, jatuh?"
10. "Nggak. Dipta nggak jatuh. Dipta lapar."
11. "Kebiasaan anak ini suka teriak-teriak. Bikin cemas aja!"
12. "Jang, ini siapa?"
13. "Bapak siapa namanya?"
14. "Kenapa itu anak kayak habis disiksa?"
15. "Itu burungnya kabur."
16. "Anaknya?"
17. "Ya, lagi dikejar sama si Bapak!"
18. "Ada-ada aja!"
19. "Pak Jaka. Ada apa?"
20. "Tadi Pak Madi katanya nyari burung. Katanya kabur,"
21. "Ya, ini burungnya?"
22. "Tadi ada di loteng. Pikir saya kenapa di atas, kok, berisik sekali. Lagi dikejar-kejar kucing. Biasanya anak burung belum bisa terbang dengan benar. Jadi nggak akan jauh!"
23. "Padahal nggak apa-apa, Pak,"
24. "Punya si Jang Dipta ini. Ini bu silakan diambil."
2. "Sebentar lagi, Bu!"
3. "Ganteng sekali anak ini!"
4. "Kan cowok. Kalo cewek baru cantik!"
5. "Kayak siapa anak ini, Ceu? Perasaan nggak asing kelihatannya. Pernah lihat di mana gitu!"
6. "Siapa, tuh, mirip ibu bapaknya aja mungkin!"
7. "Pokoknya ada aja. Itu semuanya jadi berapa?"
8. "Dua belas ribu,"
9. "Kenapa, Jang, jatuh?"
10. "Nggak. Dipta nggak jatuh. Dipta lapar."
11. "Kebiasaan anak ini suka teriak-teriak. Bikin cemas aja!"
12. "Jang, ini siapa?"
13. "Bapak siapa namanya?"
14. "Kenapa itu anak kayak habis disiksa?"
15. "Itu burungnya kabur."
16. "Anaknya?"
17. "Ya, lagi dikejar sama si Bapak!"
18. "Ada-ada aja!"
19. "Pak Jaka. Ada apa?"
20. "Tadi Pak Madi katanya nyari burung. Katanya kabur,"
21. "Ya, ini burungnya?"
22. "Tadi ada di loteng. Pikir saya kenapa di atas, kok, berisik sekali. Lagi dikejar-kejar kucing. Biasanya anak burung belum bisa terbang dengan benar. Jadi nggak akan jauh!"
23. "Padahal nggak apa-apa, Pak,"
24. "Punya si Jang Dipta ini. Ini bu silakan diambil."
Chapter Sebelumnya
Chapter 15
Chapter XV: Keluargamu Bukan Kami
Chapter Selanjutnya
Chapter 17
Chapter XVII: Bapakmu Meninggal
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi
Novel
Hikayat Renjana
Novel
MVP (Most Valuable Partner)
Novel
Sampai Jumpa, Cinta Pertama
Flash
Jangan Menimpali!
Flash
TAKJIL
Cerpen
Untuk Hati Yang Mencari Arah
Novel
Dream Or Love
Novel
Marwah
Novel
Don't Call Me Angel
Novel
Cagak Cemani
Novel
Can't Stop
Flash
Lihat Dengar , Rasakan ( Sepucuk Kisah Untuk Bunda )
Novel
Jangan lucu-lucu, nanti aku sayang
Novel
The Writer and The Detective (L.A. The Detective 2)
Flash
Teruntuk Jika
Cerpen
Arti Dari Ketulusan
Cerpen
Sepotong Senja untuk Dina
Novel
Rain (Painful)
Novel
Rahasia Perpustakaan Magenta
Novel
Pernikahan Aisyah