Daftar isi
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#1
Chapter I: Pergi Setelah Kembali
Bagikan Chapter
Chapter ini masih diperiksa oleh kurator
1. "Pak, ini oleh-oleh Bandung,"
2. "Bapak tahu betul kalo Neng lagi ada masalah. Coba, ada apa?"
3. "Pak, maafkan Neng, Pak. Neng dipecat,"
4. "Kenapa dipecat. Cepat katakan dengam jelas kenapa bisa dipecat!"
5. "Neng .... Neng hamil!"
6. "Kenapa Neng harus nangis. Siapa bapaknya, ikut nggak ke sini?
7. "Bapak itu ngasih izin, ngasih kesempatan. Kalo mau pergi, mau cari uang silakan. Pantesan sebulan ke belakang gak ada kiriman uang sama sekali. Sudah tahu anak tiga masih kecil-kecil. Gak mikir ke sana kamu!"
8. "Pak, maafin Neng, Pak!"
9. "Bapak nggak mau tahu. Anak yang ada di perut kamu nggak akan dianggap cucu sama bapak. Kalo kamu masih mau dianggap sebagai bagian dari keluarga. Buang anak itu!"
10. "Pak, Istigfar. Nggak tahu apa-apa anak itu!"
11. "Bu, itu aib. Anak ini nih aib keluarga. Itu bukan cucuku bukan siapa-siapa untukku!"
12. "Bereskan semua barang kamu. Pergi dari sini. Kalo mau pulang, mau manggil aku bapak, perut harus sudah kosong!"
13. "Pak, udah tengah malam. Besok lagi aja, kasihan si Teteh."
14. "Terserah. Pokokna bapak bangun manusia itu harus udah nggak ada.
2. "Bapak tahu betul kalo Neng lagi ada masalah. Coba, ada apa?"
3. "Pak, maafkan Neng, Pak. Neng dipecat,"
4. "Kenapa dipecat. Cepat katakan dengam jelas kenapa bisa dipecat!"
5. "Neng .... Neng hamil!"
6. "Kenapa Neng harus nangis. Siapa bapaknya, ikut nggak ke sini?
7. "Bapak itu ngasih izin, ngasih kesempatan. Kalo mau pergi, mau cari uang silakan. Pantesan sebulan ke belakang gak ada kiriman uang sama sekali. Sudah tahu anak tiga masih kecil-kecil. Gak mikir ke sana kamu!"
8. "Pak, maafin Neng, Pak!"
9. "Bapak nggak mau tahu. Anak yang ada di perut kamu nggak akan dianggap cucu sama bapak. Kalo kamu masih mau dianggap sebagai bagian dari keluarga. Buang anak itu!"
10. "Pak, Istigfar. Nggak tahu apa-apa anak itu!"
11. "Bu, itu aib. Anak ini nih aib keluarga. Itu bukan cucuku bukan siapa-siapa untukku!"
12. "Bereskan semua barang kamu. Pergi dari sini. Kalo mau pulang, mau manggil aku bapak, perut harus sudah kosong!"
13. "Pak, udah tengah malam. Besok lagi aja, kasihan si Teteh."
14. "Terserah. Pokokna bapak bangun manusia itu harus udah nggak ada.
Chapter Sebelumnya
Daftar Isi
Kembali ke halaman awal
Chapter Selanjutnya
Bersambung
Terakhir diperbarui: 3 jam 5 menit lalu
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi
Novel
Oma Hiroshima
Flash
Menjemput Takdir Kematian
Novel
Ayah, Maaf
Novel
LEGION : UNKNOWN KNIGHT
Flash
Lelaki Kemarin Sore (Membicarakan Adam 6)
Cerpen
Anindyaguna
Cerpen
Botol Surat
Cerpen
Sesal
Flash
Cinta Pertama
Novel
Bahwa Kau Pernah Ada
Cerpen
ANTARA KAU DAN DIA
Novel
Kemelut memorasa
Novel
The Wintergreen
Flash
Dan Bandung
Flash
Baby Machine
Novel
Solawat Cinta
Novel
AMERTA
Novel
SINGGAH
Novel
Magnus Chase and the Gods of Asgard
Novel
Fantasteen Wooley Dolley