Novel
Bronze
Genre → Religi
Makasih Sudah Bertahan
Oleh Diva Amane
Mulai membaca
Beli Sekarang
Digital Rp88.000
Telah selesai
Premium
Novel ini masih diperiksa oleh kurator
Blurb
"Kamu tidak perlu menjadi tinggi atau sempurna hanya untuk layak dicintai."

Bagi Raka, cermin adalah tempat yang paling ingin ia hindari. Perundungan fisik di masa sekolah dan penolakan kejam di masa lalu membentuk benteng pertahanan yang tebal: ia meyakinkan dirinya bahwa ia tak akan pernah cukup—baik secara fisik maupun bernilai di mata dunia.

Hingga Laras hadir. Tanpa menuntut Raka memakai topeng atau membuktikan apa-apa, Laras mengetuk pintu kamar gelap itu dan menawarkan penerimaan yang belum pernah Raka rasakan sebelumnya.

Namun, saat Raka perlahan belajar berdiri tegap, bayang-bayang masa lalu kembali mengetes keteguhan hatinya. Sanggupkah Raka membebaskan dirinya dari belenggu inferiority complex dan membuktikan bahwa jiwa yang utuh jauh lebih berharga daripada sekadar penilaian fisik?

Sebuah cerita tentang perjalanan menyembuhkan luka, keberanian berdamai dengan diri sendiri, dan menemukan tempat berlabuh yang sejati.
Tokoh Utama
Raka Aditya Pratama
Clarissa Anindya Kirana
Maya Pradipta Kusumawardhani
Ayu Laras Prameswari
#1
Bayangan Pendek di Lorong PTN
#2
Sisa Luka 2016
#3
Sosok di Barisan Depan
#4
Perangkap Kesetiaan Tunggal
#5
Pintu Masuk Bernama "Bantuan"
#6
Langkah di Sampingnya
#7
Obat di Pintu Kosan
#8
Rutinitas yang Diterima Begitu Saja
#9
Bayangan Cowok-Cowok Ideal
#10
Panggilan Laptop Rusak
#11
Menerobos Kota Demi Anin
#12
Terima Kasih yang Dingin
#13
Cermin Cemburu dan Penangkalan
#14
Validasi Otak, Penolakan Jiwa
#15
Rekam Jejak Rasa Malu
#16
Rasionalisasi yang Menyesatkan
#17
Garis Dingin yang Kian Jelas
#18
Draf Tambahan yang Tak Diminta
#19
Undangan ke Panggung Performatif
#20
Menolak Panggung Mudah
#21
Gema di Lorong Sekretariat
#22
Udara Sesak di Warkop
#23
Wajah yang Meringis Muak
#24
Angin Lalu yang Terlupakan
#25
Menyiapkan Hari Pengakuan
#26
Senja di Taman Fakultas
#27
Dinding Es Anindya
#28
Runtuhnya Bangunan Semu
#29
Pulang dengan Langkah Berat
#30
Pemicu di Layar Ponsel
#31
Pintu yang Terkunci
#32
Keheningan Hari Ketiga
#33
Bangku Kosong di Barisan Belakang
#34
Jejak yang Dicari
#35
Bau Lembap dan Tirai Tertutup
#36
Langkah Kaki di Gang Sempit
#37
Suara Lembut di Ambang Pintu
#38
Masuk ke Dalam Kegelapan
#39
Sentuhan Pertama di Keheningan
#40
Isakan yang Mengguncang
#41
Meredanya Hujan dalam Kamar
#42
Pengakuan yang Berantakan
#43
Sarapan Sederhana di Ambang Pintu
#44
Langkah Pertama Menatap Matahari
#45
Ritme Baru di Perpustakaan
#46
Bayangan Anindya di Koridor
#47
Tanpa Gengsi
#48
Belajar Berkata "Tidak"
#49
Catatan di Pinggir Halaman
#50
Hujan di Selasar
#51
Diskusi yang Sejajar
#52
Bimo dan Pertanyaan
#53
Jejak Sepatu yang Tidak Terburu-buru
#54
Surat Kecil dalam Buku Sastra
#55
Validasi Tanpa Syarat
#56
Malam Terang di Alun-Alun
#57
Topeng Performatif yang Bertumpukan
#58
Keheningan yang Berbicara
#59
Warna Baju yang Berubah
#60
Mengakui Perasaan pada Diri Sendiri
#61
Ambang Musim Baru
#62
Undangan dari Masa Lalu
#63
Wajah dari Tahun 2016
#64
Langkah Kaki yang Tetap Lurus
#65
Penyesalan di Sudut Ruangan
#66
Pesan Singkat di Layar Ponsel
#67
Transparansi Tanpa Celah
#68
Pilihan di Depan Gerbang
#69
Penolakan yang Dewasa
#70
Bayangan Anindya yang Kembali
#71
Garis Batas yang Tak Boleh Dilintasi
#72
Keraguan Lembut Laras
#73
Danau Kampus di Bawah Senja
#74
Pengakuan Bimo di Warkop
#75
Panggung Tanpa Rasa Takut
#76
Ketika Pintu Masa Lalu Tertutup Rapat
#77
Percakapan Akhir di Selasar
#78
Janji yang Sederhana
#79
Menyusun Hari Di Depan
#80
Rumah Bagi Jiwa
#81
Cahaya Senja di Ujung Musim
#82
Lembar Pertama Babak Akhir
#83
Diskusi Tanpa Ego
#84
Bimbingan Dengan Sang Dosen Senior
#85
Sahabat di Garis Akhir
#86
Di Depan Dewan Penguji
#87
Pengumuman Nilai A dan Selempang Kelulusan
#88
Balairung Wisuda
#89
Menatap Dunia Kerja
#90
Kunci Rumah Pertama
#91
Cincin di Atas Dermaga
#92
Pelabuhan Terakhir Sang Pengembara
#93
Special Chapter: Untukmu yang Membaca Ini
Kamu harus masuk terlebih dahulu untuk mengirimkan ulasan, Masuk
Belum ada Ulasan
Disukai
0
Dibaca
23
Tentang Penulis
Diva Amane
Halo, kenalin aku Diva Amane, arek Suroboyo asli. Buatku, menulis itu bukan cuma hobi, tapi safe space dan cara paling ampuh buat rilis semua beban di kepala. Lewat tiap cerita yang aku buat, aku numpahin segala insecurity, trauma, anxiety, sampai rasa minder yang sering banget mampir.
Karena ada kepingan diri sendiri di dalam tiap karya, aku punya ikatan emosional dan chemistry yang kuat banget sama karakter-karakter buatanku. Mereka bukan sekadar tokoh fiksi di atas kertas, tapi bagian nyata dari perjalanan hidupku.

Welcome to my world!
Bergabung sejak 2026-08-12
Telah diikuti oleh 49 pengguna
Sudah memublikasikan 5 karya
Menulis lebih dari 688,709 kata pada novel
Rekomendasi dari Religi
Rekomendasi