Novel
Genre → Drama Telah Selesai
Janda Corona Menggugah
Mulai membaca
Beli Sekarang
Digital Rp11,300
Blurb
Jesia Amsyani adalah seorang dokter yang bertugas di rumah sakit. Suaminya bernama Syarif Sabrino merupakan seorang manager hotel, yang sejak remaja telah mengidap penyakit. Syarif kemudian meninggal dunia setelah dua kali dirawat di rumah sakit tempat Jesia bertugas, dengan hasil diagnosis sakit pneumonia, yang kemudian divonis terpapar positif Covid-19.
Setelah menjadi janda, Jesia memutuskan untuk pindah tugas di sebuah Puskesmas yang terletak di desa yang sangat terpencil. Di desa itu, Jesia justru menemui kehidupan yang sangat berat. Tidak sedikit warga di desa itu mengalami sakit akibat kerusakan hutan yang dilakukan oleh para penebang liar. Dan jika kegiatan illegal logging itu tidak dihentikan, maka bukan hanya warga desa tempat yang menjadi korban jatuh sakit malaria dan bahkan Covid-19, melainkan lingkungan hidup juga akan mengalami kerusakan fatal.
Menyadari hal tersebut, Jesia pun mencoba melakukan perlawanan terhadap para pelaku beserta yang terlibat dalam illegal logging, yang dapat berlangsung secara leluasa karena kepala desa setempat diam-diam ikut terlibat. Sehingga membuat Jesia sangat kesulitan untuk menghentikan penebangan secara liar itu.
Meski begitu, Jesia pada akhirnya mampu menaklukkan para perambah hutan, sekaligus menghantarkannya ke lembaran hidup yang baru dengan suasana tenteram dan bahagia.
Tokoh Utama
Jesia Amsyani
Syarif Sabrino
Andi Supu Abdullah
Mursal Kunco
Nonita Mince
Kumala Cokro
Dirham Masri
Catrini Usman
Ridwan
Kamu harus masuk terlebih dahulu untuk mengirimkan ulasan, Masuk
Pantas saja di book club yg sy ikuti sedang membahas novel ini. JANDA SEBAGAI SUBYEK, bukan obyek yg terkesan mengundang kelucuan kekoyolan dan sensualitas. Ini tidak receh, sy senang bacanya
Satu satunya yang bercerita tentag janda tapi tidak menjadikan janda sebagai obyek; kelucuan dan recehan soal gosip.
Tema tentang janda banyak banget di sini, baru yang ini tidak menjual janda sebagai hal serba nyerempet2, dan menjual kelucuan yg dibuat buat. Dua kata; harus cetak!
Gaya reportasenya terasa kuat, tapi plot sangat kuat. Judulnya saja yang provikatif, tapi isinya sangat inspiratif.
Disukai
301
Dibaca
4.6k
Tentang Penulis
Abdul Muis Syam
Dulu saat masih SD kelas 5, saya sering mendengar ayah saya kena marah oleh ibu nyaris tiap malam lantaran kerap pulang larut sehabis nonton televisi di rumah tetangga. Ayah saya melakukan itu karena televisi beserta barang-barang berharga lainnya di rumah sudah dijual, untuk menutupi "kejahatan" utang yang bukan dilakukan oleh ayahku, melainkan saudara tirinya. Jika tidak demikian, maka ayahku sebagai PNS terancam diberhentikan atau memenjarakan adik tirinya.

Situasi itulah yang merampas dunia saya sebagai anak-anak yang tidak lagi berminat bermain selain menulis tentang semua yang saya alami dan rasakan.

Hingga akhirnya, saya pun menjadi seorang wartawan di media terkemuka di Kota Makassar saat masih menjalani kuliah di Fakultas MIPA jurusan Fisika di IKIP Ujungpandang.

Namun setelah menikah dengan gadis Gorontalo, saya pun memilih untuk hijrah di bumi Serambi Madinah itu dengan mencoba mendirikan dan menjalankan usaha media massa milik sendiri. Dan usaha ini pun berlangsung hingga sekarang, yakni dengan mereinkarnasi dari media cetak menjadi media pemberitaan online bernama Dunia Media Satu (dm1.co.id).
Bergabung sejak 2020-07-05
Telah diikuti oleh 24 pengguna
Sudah memublikasikan 1 karya
Menulis lebih dari 34,968 kata
Rekomendasi dari Drama
Rekomendasi