Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Novel ini masih diperiksa oleh kurator
Blurb
Di tengah riuhnya kota, di antara gerbong KRL yang penuh sesak, kafe-kafe, pusat perbelanjaan, dan percakapan sehari-hari yang tampak biasa, hiduplah Erwin Bimantara menjalani hidup yang tidak pernah benar-benar biasa.
Setiap pagi, ia membaca renungan dari Kitab Suci. Awalnya sederhana. Rutinitas. Kewajiban iman yang ia jalani tanpa banyak pertanyaan. Namun perlahan, sesuatu yang aneh mulai terjadi.
Apa yang ia baca, ah, itu seolah hidup.
Ayat-ayat itu tidak berhenti di halaman. Mereka seperti keluar, berjalan bersamanya, lalu menjelma menjadi kejadian nyata di sekelilingnya. Teguran Paulus muncul dalam percakapan kasar di toko olahraga. Mazmur Daud terasa nyata dalam kegelisahan hatinya sendiri. Bahkan pertanyaan-pertanyaan tentang terang dan gelap, benar dan salah, tidak lagi menjadi konsep, melainkan pilihan yang harus ia ambil. Yang di saat itu juga.
Erwin mulai menyadari satu hal yang mengganggu. Apakah menjadi orang baik ternyata tidak cukup?
Di balik sikapnya yang tenang dan tidak bermasalah, tersembunyi banyak hal yang belum ia sadari. Ada ketakutan, luka lama, keengganan untuk terlibat, dan kecenderungan untuk diam ketika seharusnya ia berdiri.
Setiap peristiwa kecil menjadi cermin.
Setiap interaksi menjadi ujian. Sesungguhnya setiap hari adalah ruang untuk bertanya:
"Apa yang Tuhan mau dalam peristiwa ini?"
Namun perjalanan menjadi sisi terang tidak pernah mudah. Karena terkadang, kegelapan terbesar bukanlah yang ada di luar, melainkan yang diam-diam bersembunyi di dalam diri sendiri.
Bumantara adalah kisah tentang perjalanan batin seorang pria biasa di dunia yang tidak pernah benar-benar hitam-putih. Sebuah cerita reflektif, jujur, dan dekat dengan keseharian. Sebuah kisah remeh temeh tentang iman yang diuji, luka yang perlahan dibongkar, dan keberanian untuk melihat diri sendiri. Dari sudut pandang yang apa adanya.
Karena mungkin, seperti Erwin, kita semua pernah merasa bahwa hidup ini biasa saja, sampai suatu hari kita sadar. Bahwasanya sesungguhnya Tuhan sedang berbicara lewat hal-hal yang paling sederhana.
Setiap pagi, ia membaca renungan dari Kitab Suci. Awalnya sederhana. Rutinitas. Kewajiban iman yang ia jalani tanpa banyak pertanyaan. Namun perlahan, sesuatu yang aneh mulai terjadi.
Apa yang ia baca, ah, itu seolah hidup.
Ayat-ayat itu tidak berhenti di halaman. Mereka seperti keluar, berjalan bersamanya, lalu menjelma menjadi kejadian nyata di sekelilingnya. Teguran Paulus muncul dalam percakapan kasar di toko olahraga. Mazmur Daud terasa nyata dalam kegelisahan hatinya sendiri. Bahkan pertanyaan-pertanyaan tentang terang dan gelap, benar dan salah, tidak lagi menjadi konsep, melainkan pilihan yang harus ia ambil. Yang di saat itu juga.
Erwin mulai menyadari satu hal yang mengganggu. Apakah menjadi orang baik ternyata tidak cukup?
Di balik sikapnya yang tenang dan tidak bermasalah, tersembunyi banyak hal yang belum ia sadari. Ada ketakutan, luka lama, keengganan untuk terlibat, dan kecenderungan untuk diam ketika seharusnya ia berdiri.
Setiap peristiwa kecil menjadi cermin.
Setiap interaksi menjadi ujian. Sesungguhnya setiap hari adalah ruang untuk bertanya:
"Apa yang Tuhan mau dalam peristiwa ini?"
Namun perjalanan menjadi sisi terang tidak pernah mudah. Karena terkadang, kegelapan terbesar bukanlah yang ada di luar, melainkan yang diam-diam bersembunyi di dalam diri sendiri.
Bumantara adalah kisah tentang perjalanan batin seorang pria biasa di dunia yang tidak pernah benar-benar hitam-putih. Sebuah cerita reflektif, jujur, dan dekat dengan keseharian. Sebuah kisah remeh temeh tentang iman yang diuji, luka yang perlahan dibongkar, dan keberanian untuk melihat diri sendiri. Dari sudut pandang yang apa adanya.
Karena mungkin, seperti Erwin, kita semua pernah merasa bahwa hidup ini biasa saja, sampai suatu hari kita sadar. Bahwasanya sesungguhnya Tuhan sedang berbicara lewat hal-hal yang paling sederhana.
Tokoh Utama
Erwin Bimantara
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
0
Dibaca
14
Tentang Penulis
Nuel Lubis
Kalau pengin mengenal aku, main ke www.immanuel-notes.com saja. Atau, intip Instagram @nuellubis yuk.
Untuk korespondensi:
immanuel lubis@gmail.com
Untuk korespondensi:
immanuel lubis@gmail.com
Bergabung sejak 2020-01-01
Telah diikuti oleh 446 pengguna
Sudah memublikasikan 144 karya
Menulis lebih dari 697,486 kata pada novel
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Love You, My Partner
Viky Aulia Safitri
Novel
MYSTERIOUS CEO
BEBBIKITTEN
Novel
Bumantara
Nuel Lubis
Flash
Kali Pertama
Nurwahiddatur Rohman
Cerpen
LUKA
Fayolarain
Novel
CHOICE
Niar Puji Cayati
Novel
Little Bit of Muffin
Bentang Pustaka
Novel
The Story of Azalea
Khairunnisa
Novel
Me and this Pandemic
Eunike Mariyani
Cerpen
Mawar Senja
OvioviO
Novel
The King Of Heart-Quake
kertas usang 1
Novel
Bossku, Sayangku
Mursal fahrezi
Novel
Pukul Tujuh
Dina novita roes
Novel
Kembara Halimun Timur
FatmaCahaya
Novel
Aurat
Delly Purnama Sari
Rekomendasi
Novel
Bumantara
Nuel Lubis
Flash
Bronze
Cari Cewek Lain Saja
Nuel Lubis
Flash
Bronze
Saat Senja Menutup Kisah
Nuel Lubis
Cerpen
Bronze
Melody Vega
Nuel Lubis
Cerpen
Bronze
Natal Gracia yang Berbeda
Nuel Lubis
Cerpen
Bronze
Di Perempatan Kehidupan
Nuel Lubis
Cerpen
Bronze
Ada Surat Cinta dalam Disket
Nuel Lubis
Flash
Bronze
Suara Lintas Generasi
Nuel Lubis
Flash
Bronze
Leo
Nuel Lubis
Flash
Bronze
Di Sebuah Showroom Mobil
Nuel Lubis
Flash
Bronze
Menunggu Cinta
Nuel Lubis
Flash
Bronze
Biar Bagaimanapun, Dia Tetap Papa Kamu
Nuel Lubis
Cerpen
Bronze
Tak Ada yang Tahu Siapa Pria yang Sungguh Dicintai Sherla Gisella
Nuel Lubis
Flash
Bronze
Arah Ayah
Nuel Lubis
Flash
Bronze
Merindukan Cinderella
Nuel Lubis