Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
Inun akhirnya pulang ke rumah ibunya. Setelah menolak perjodohan dengan laki-laki kampung beberapa tahun yang lalu, gadis itu ingin kembali dipinang. Ia ingin menjadi istri kedua bagi Rais yang dalam waktu bersamaan juga pulang dari perantauan.
Keinginan Inun disampaikan kepada keluarga Rais. Rais tak masalah beristri dua. Laki-laki itu sama sekali tak punya impian muluk-muluk terhadap keinginannya. Rais yang baru pulang dari perantauan kini adalah laki-laki yang berbeda.
Di kampung, Rais hanya bermenung di rumah ibunya. Ia sama sekali tak melakukan apa-apa. Menggantungkan hidup kepada sang ibu dan saudara perempuannya. Rais adalah laki-laki kalah yang pulang dari perantauan sebagai beban.
Di rumah ibunya, Rais menunjukan laku yang aneh. Ia berburu babi, lalu memakan dagingnya mentah-mentah. Ia pun melakukan bermacam ritual di lubuk yang berada di pekarangan belakang rumah ibunya. Perilaku aneh Rais malah dianggap sebagai kesaktian oleh orang-orang kampung.
Orang-orang kemudian berbondong-bondong meminta pertolongan kepada Rais. Mulai dari yang meminta kemenangan dalam pemilihan kepala daerah, meminta penglaris, hingga meminta guna-guna. Semua permintaan itu dikabulkan Rais karena kesakatiannya.
Tapi, kesaktian itu tak cuma-cuma. Ada tumbal yang harus diberikan. Rais mengambil tumbal dari nyawa seorang dukun, mengambil tumbal iparnya sendiri, bahkan mengambil tumbak saudara perempuan dan ibunya sendiri. Rais melakukan pembantaian yang sadis karena suara-suara yang berbisik di telinganya. Suara-suara itu berasal dari sang ayah yang telah lama mati.
Keinginan Inun disampaikan kepada keluarga Rais. Rais tak masalah beristri dua. Laki-laki itu sama sekali tak punya impian muluk-muluk terhadap keinginannya. Rais yang baru pulang dari perantauan kini adalah laki-laki yang berbeda.
Di kampung, Rais hanya bermenung di rumah ibunya. Ia sama sekali tak melakukan apa-apa. Menggantungkan hidup kepada sang ibu dan saudara perempuannya. Rais adalah laki-laki kalah yang pulang dari perantauan sebagai beban.
Di rumah ibunya, Rais menunjukan laku yang aneh. Ia berburu babi, lalu memakan dagingnya mentah-mentah. Ia pun melakukan bermacam ritual di lubuk yang berada di pekarangan belakang rumah ibunya. Perilaku aneh Rais malah dianggap sebagai kesaktian oleh orang-orang kampung.
Orang-orang kemudian berbondong-bondong meminta pertolongan kepada Rais. Mulai dari yang meminta kemenangan dalam pemilihan kepala daerah, meminta penglaris, hingga meminta guna-guna. Semua permintaan itu dikabulkan Rais karena kesakatiannya.
Tapi, kesaktian itu tak cuma-cuma. Ada tumbal yang harus diberikan. Rais mengambil tumbal dari nyawa seorang dukun, mengambil tumbal iparnya sendiri, bahkan mengambil tumbak saudara perempuan dan ibunya sendiri. Rais melakukan pembantaian yang sadis karena suara-suara yang berbisik di telinganya. Suara-suara itu berasal dari sang ayah yang telah lama mati.
Tokoh Utama
Rais
Rosna
Inun
Zuraida
Kirai
#1
Di Bawah Rumpun Betung
#2
Menjemput Pujaan Hati
#3
Laki-laki yang Bermenung
#4
Serupa Nasib
#5
Makan Malam
#6
Suara dalam Kepala
#7
Tepian Darah
#8
Kuburan tak Bernisan
#9
Jelmaan
#10
Menantu
#11
Rumah Besan
#12
Sesosok di Bawah Lansano
#13
Yang Datang Tengah Malam
#14
Orang Pintar
#15
Jadi-jadian
#16
Jimat Keruntungan
#17
Ilmu Penakluk
#18
Kesumat
#19
Tumbal
#20
Mencari Orang Hilang
#21
Menentukan Hari
#22
Amarah Sutan
#23
Melawan Guna-guna
#24
Penghakiman
#25
Kegilaan
#26
Cerita dari Rantau
#27
Pewaris
#28
Tragedi
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Kamu harus masuk terlebih dahulu untuk mengirimkan ulasan, Masuk
Kengerian cerita novel ini lahir dari peristiwa pembantaian, benturan antara rasionalitas modern, kosmologi masyarakat rural yang mempercayai kekuatan gaib. Dalam perspektif antropologi, ritual Rais di lubuk belakang rumah ibunya menjadi ruang sakral tempat batas antara manusia, leluhur, alam, dan dunia supranatural. Babi yang diburu dan dimakan mentah-mentah berfungsi sebagai simbol transgresi terhadap tabu kuliner sekaligus penanda bahwa Rais telah keluar dari tatanan budaya masyarakatnya. Konsep the abjection-nya filsuf Julia Kristeva terasa kuat karena darah, daging mentah, mayat, dan pembantaian menghadirkan sesuatu yang menjijikkan sekaligus memikat dalam pengalaman horor pembaca. Yang membuat novel ini semakin mengerikan adalah hadirnya suara ayah yang telah mati, sehingga dunia leluhur hadir sebagai mitos sekaligus agen yang terus mengendalikan kehidupan keturunannya. Pelan tapi nancep. Intensitas kengerian dalam novel ini saya acungi jempol.
cerita yang menegangkan
Disukai
153
Dibaca
17.9k
Tentang Penulis
A.R. Rizal
-
Bergabung sejak 2020-09-16
Telah diikuti oleh 130 pengguna
Sudah memublikasikan 2 karya
Menulis lebih dari 105,728 kata pada novel
Rekomendasi dari Horor
Novel
Bisikan Malam
A.R. Rizal
Cerpen
Bayangan Suamiku Menghilang
Bintang kecil@15
Flash
Panggilan
Galdev
Novel
Pesugihan sate Gagak Mang Yopi
Shinbul
Cerpen
Hantu Air
Eki Saputra
Novel
GRAMOFON
Embart nugroho
Flash
Vrum
Rere Valencia
Cerpen
Permainan Kematian
Chie Kudo
Flash
Mistik
Rere Valencia
Novel
Sekolah Berhantu (END)
Faizal Ablansah Anandita, dr
Novel
HARU MAHAMERU
Falcon Publishing
Novel
SAMAR
Dewie Sudarsh
Novel
WINDY ... IS CALLING
Herman Trisuhandi
Novel
Penjual Nasi Goreng Rumah Hanto Darmo (Oneshot)
Faizal Ablansah Anandita, dr
Novel
JANN
Big boss
Rekomendasi