Novel
Genre → Religi Telah Selesai
Unaisil Gadis Santri Itu
Mulai membaca
Beli Sekarang
Digital Rp6,000
Blurb
Unaisil santriwati terpandai di tingkat Aliyah, pesantren di Kota Gajah, Metro. Tetiba harus menerima kenyataan pahit, berbesar hati meninggalkan dunia pesantren. Terpaksa menanggalkan setatus kesantriannya, demi membela keluarganya.

Ibunya menjadi TKW sejak ia berusia 10 tahun dan tidak pernah berkirim khabar. Ayahnya terjerat kasus korupsi di sebuah bank dan bunuh diri di dalam penjara tak lama kemudian. Meninggalkan beban utang untuk keluarga yang tidak sedikit.

Kakaknya, Sila pun gagal membangun rumah tangga. Sang suami meninggalkannya. Membawa semua barang berharga. Sila, keluarga satu-satunya kini, menderita gangguan jiwa, setelah peristiwa mengenaskan dialaminya. Diperkosa saat pulang dari kerja, justeru oleh bosnya sendiri, dan usaha membela diri tak mampu menyelesaikan masalahnya. Sementara keponakannya sakit keras. Butuh biaya besar untuk berobat. Inilah asalan yang membuat Unaisil mengambil alih beban keluarga, membiayai Kakak dan ponakan semata wayangnya. Alasan yang disembunyikan dari komunitas pesantren.

Di sisi lain, Ardhan, di tengah kesibukan menyiapkan diri masuk perguruan tinggi, tak bisa tinggal diam. Lebih-lebih saat ia melihat sesosok gadis santri berprestasi yang lama menghilang dari pesantren, itu tetiba terlihat keluar masuk terminal, bergelantungan di atas angkot. Melepas jilbabnya. Santri lain melihatnya, tanpa jilbab larut bekerja malam di sebuah kafe.

Ardhan tak habis pikir. Gundah. Apalagi ia mengenal santriwati yang menghilang misterius itu sebagai adik kelas "istimewa" yang banyak dibicarakan karena kecerdasannya. Bagaimana sikap teman-teman pesantren dan jalan hidupnya kemudian? Apa peran Ardhan dalam kehidupan pribadi Unaisil. Tercapaikah cita-cita keduanya.
Tokoh Utama
Ardhan
Unaisil
Ridwan
Bang Togar
Pak Mahfud
Mila
Kamu harus masuk terlebih dahulu untuk mengirimkan ulasan, Masuk
Belum ada Ulasan
Disukai
1
Dibaca
2.3k
Tentang Penulis
ahmad kholil | @KholilAhmad
Banyak hal dan rencana ingin dikerjakan. Termasuk tentang apa yang ingin ditulis. Hal yang sering menyabotase rencana kita adalah karena keengganan untuk memulai. Di sini barangkali beda antara para penulis dan mereka yang ingin menjadi penulis. Jadi, sangat bijak nasihat para profesional itu, "nulislah dari hal yang terdekat dengan dirimu."
Bergabung sejak 2020-08-31
Telah diikuti oleh 15 pengguna
Sudah memublikasikan 3 karya
Menulis lebih dari 167,264 kata
Rekomendasi dari Religi
Rekomendasi