Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
PERINGATAN
CERITA INI MENGANDUNG BAWANG
Selama membaca novel ini...
mungkin mata Anda akan terasa sedikit panas.
Bukan karena debu.
Bukan karena layar ponsel.
Melainkan karena ada kisah yang diam-diam menyentuh bagian hati yang selama ini tidak pernah Anda sadari.
Jika suatu saat nanti Anda menemukan diri Anda tersenyum...
lalu beberapa halaman kemudian tanpa sadar menyeka air mata...
tenang saja.
Itu bukan salah Anda.
Itu hanya efek samping dari terlalu mencintai seseorang yang sedang belajar saling memahami.
Siapkan tisu. Bukan karena cerita ini sedih. Tetapi karena beberapa perasaan memang hanya bisa keluar lewat air mata.
Ketika satu hati kehilangan suara, hati yang lain memilih belajar mendengar.
Ada orang yang kehilangan suara.
Ada pula yang kehilangan keberanian untuk menggunakannya.
Juno memilih hidup dalam diam setelah sebuah kecelakaan mengubah hidupnya. Ia datang ke taman setiap sore, membawa kamera, mengabadikan burung-burung dan langit senja, seolah gambar-gambar itu mampu menggantikan kata-kata yang tak pernah lagi ia ucapkan.
Di tempat yang sama, Yuna selalu datang sebelum matahari tenggelam. Ia duduk di bangku yang sama, memejamkan mata, dan mendengarkan kicau burung dengan sepenuh hati. Bukan karena ia menyukai senja lebih dari siapa pun.
Melainkan karena setiap sore, ia takut itu adalah hari terakhir ia masih bisa mendengar suara mereka.
Dua orang.
Dua kesunyian.
Satu taman.
Tanpa banyak percakapan, mereka mulai saling mengenal melalui foto, pesan singkat, dan kebiasaan-kebiasaan kecil yang perlahan berubah menjadi alasan untuk terus menunggu sore berikutnya.
Namun cinta tidak selalu dipisahkan oleh jarak.
Kadang...
ia dipisahkan oleh sebuah kesalahpahaman.
Dan ketika semua terasa telah terlambat...
mereka harus belajar bahwa ada bahasa yang lebih kuat daripada suara.
Bahasa yang lahir dari ketulusan.
Bahasa yang hanya bisa dipahami oleh hati.
Karena pada akhirnya...
cinta bukan tentang siapa yang paling banyak berbicara.
Melainkan tentang siapa yang memilih tetap tinggal...
meski dunia perlahan berubah menjadi sunyi.
CERITA INI MENGANDUNG BAWANG
Selama membaca novel ini...
mungkin mata Anda akan terasa sedikit panas.
Bukan karena debu.
Bukan karena layar ponsel.
Melainkan karena ada kisah yang diam-diam menyentuh bagian hati yang selama ini tidak pernah Anda sadari.
Jika suatu saat nanti Anda menemukan diri Anda tersenyum...
lalu beberapa halaman kemudian tanpa sadar menyeka air mata...
tenang saja.
Itu bukan salah Anda.
Itu hanya efek samping dari terlalu mencintai seseorang yang sedang belajar saling memahami.
Siapkan tisu. Bukan karena cerita ini sedih. Tetapi karena beberapa perasaan memang hanya bisa keluar lewat air mata.
Ketika satu hati kehilangan suara, hati yang lain memilih belajar mendengar.
Ada orang yang kehilangan suara.
Ada pula yang kehilangan keberanian untuk menggunakannya.
Juno memilih hidup dalam diam setelah sebuah kecelakaan mengubah hidupnya. Ia datang ke taman setiap sore, membawa kamera, mengabadikan burung-burung dan langit senja, seolah gambar-gambar itu mampu menggantikan kata-kata yang tak pernah lagi ia ucapkan.
Di tempat yang sama, Yuna selalu datang sebelum matahari tenggelam. Ia duduk di bangku yang sama, memejamkan mata, dan mendengarkan kicau burung dengan sepenuh hati. Bukan karena ia menyukai senja lebih dari siapa pun.
Melainkan karena setiap sore, ia takut itu adalah hari terakhir ia masih bisa mendengar suara mereka.
Dua orang.
Dua kesunyian.
Satu taman.
Tanpa banyak percakapan, mereka mulai saling mengenal melalui foto, pesan singkat, dan kebiasaan-kebiasaan kecil yang perlahan berubah menjadi alasan untuk terus menunggu sore berikutnya.
Namun cinta tidak selalu dipisahkan oleh jarak.
Kadang...
ia dipisahkan oleh sebuah kesalahpahaman.
Dan ketika semua terasa telah terlambat...
mereka harus belajar bahwa ada bahasa yang lebih kuat daripada suara.
Bahasa yang lahir dari ketulusan.
Bahasa yang hanya bisa dipahami oleh hati.
Karena pada akhirnya...
cinta bukan tentang siapa yang paling banyak berbicara.
Melainkan tentang siapa yang memilih tetap tinggal...
meski dunia perlahan berubah menjadi sunyi.
Tokoh Utama
JUNO
YUNA
#1
BAB 1 - Pria yang Selalu Datang Paling Sore
#2
BAB 2 - Perempuan yang Mendengar Langit
#3
BAB 3 - Foto Tanpa Kata
#4
BAB 4 - Bahasa yang Berbeda
#5
BAB 5 - Alasan Menunggu Sore
#6
BAB 6 - Album Sore
#7
BAB 7 - Suara yang Tak Pernah Didengar
#8
BAB 8 - Rahasia Yuna
#9
BAB 9 — Rahasia Juno
#10
BAB 10 - Keputusan
#11
BAB 11 - Rahasia yang Hampir Terucap
#12
BAB 12 - Sore Terakhir
#13
BAB 13 — Pelukan yang Disalahartikan
#14
BAB 14 — Bangku yang Kosong
#15
BAB 15 - Bahasa yang Tak Sampai
#16
BAB 16 - Pencarian
#17
BAB 17 - Jejak yang Tertinggal
#18
BAB 18 - Rumah yang Menyimpan Kesunyian
#19
BAB 19 - Suara Pertama
#20
BAB 20 - Sore Terakhir
#21
BAB 21 - Jika Suatu Hari Aku Mendengar Suaramu
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Rating
0
0
0
0
0
0
Total 0
Kamu harus masuk terlebih dahulu untuk mengirimkan ulasan, Masuk
Belum ada Ulasan
Disukai
23
Dibaca
1.3k
Tentang Penulis
GAZALI
Saya berasal dari Medan dan berkecimpung di dunia perfilman sebagai penulis naskah, Director of Photography, dan editor. Banyak naskah film yang belum sempat diproduksi hanya menjadi tumpukan file di hard disk. Saya menolak membiarkan cerita-cerita itu mati sebelum sempat diceritakan. Karena itulah saya mengalihwahanakan naskah-naskah tersebut menjadi novel. Setiap halaman yang Anda baca adalah kisah yang sejak awal diciptakan untuk hadir di layar lebar, kini menemukan kehidupan baru melalui kata-kata.
Bergabung sejak 2026-07-03
Telah diikuti oleh 518 pengguna
Sudah memublikasikan 10 karya
Menulis lebih dari 248,676 kata pada novel
Rekomendasi dari Drama
Novel
A Quiet Love
GAZALI
Novel
PTSD
diana rahmatika
Novel
Parabunga
Robeni
Novel
Let's Break Up
Bentang Pustaka
Novel
Miracle Spring
Pamella Paramitha
Cerpen
Ibu untuk Asara
Choirunisa Ismia
Novel
Bukit Bintang
yoursweetcrush
Cerpen
Sembilan Belas
Aqil Azizi
Novel
Biru
Galih Aditya
Cerpen
Cinta yang Menghancurkan Hati
Elisabet Erlias Purba
Flash
Pena Tuhan
Ilestavan
Flash
Guru Marah
Kiara Hanifa Anindya
Cerpen
Bagus Piranti
cendana
Cerpen
Secangkir Kopi Untukku
Fitri Yeni Musollini
Cerpen
SARANG MALAIKAT
Lina Budiarti
Rekomendasi
Novel
A Quiet Love
GAZALI
Novel
LOVE IS 5000
GAZALI
Skrip Film
GARIS TERAKHIR
GAZALI
Novel
UNFINISHED LOVE
GAZALI
Novel
My Ghost Family
GAZALI
Novel
TERLANJUR POCONG
GAZALI
Novel
Sebelum Rumah Menjadi Sepi
GAZALI
Novel
NOT FOR SALE
GAZALI
Novel
DEATH BOX - THE SERIES
GAZALI
Novel
GHOST LAWYER - THE SERIES
GAZALI