Flash Fiction
Disukai
1
Dilihat
23
Hei!
Romantis
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Aku sedang menunggu kedatangannya, di bukit ini. Bukit yang tidak terlalu tinggi, masih bisa dicapai dengan kaki-kaki pendekku ini. Dia selalu datang kalau aku panggil "Heeeeeeiiii!" Nah, tunggulah. Tak lama lagi dia akan datang.

Aku tak tahu umurnya berapa, atau siapa namanya. Lelaki itu seperti seorang paman berambut panjang, kakinya juga panjang, tangan dan dadanya sungguh tipis. Dia selalu memakai jas dan celana panjang putih dengan topi putih tinggi bersalut pita merah.

Oh, dia akan datang dari balik awan sana dengan merentangkan jasnya seperti jubah terbang. Hm, aku tak tahu dia sebetulnya terbang atau meluncur jatuh, hihihi.

Kamu tahu? Suaranya lembut sekali seperti awan. Setiap kali dia bicara, seperti ada angin sejuk yang berembus, tapi aku tak pernah kedinginan karenanya. Aku senang bermain dengannya, dia selalu membawaku berayun dari pohon ini, lalu melompati awan-awan di atas sana.

Oh iya, aku lupa satu hal. Untuk bisa menemuinya, Kita harus memejamkan mata, lalu tidur di bawah pohon ini. Ya, dia akan datang di mimpi kita.

 

Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (3)
Rekomendasi dari Romantis
Rekomendasi