Flash Fiction
Disukai
0
Dilihat
54
Apa Masih Sempat, Din?
Romantis
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Adin memutuskan tak melanjutkan hubungannya dengan emir. Pria itu kebingungan setengah mati, bagaimana tidak. Tidak ada pertengkaran atau drama perselingkuhan.

Emir terus bertanya di dalam hatinya, apakah dia telah melakukan kesalahan yang bahkan tidak dia sadari. Tapi tetap saja tak ia temukan.

Adin tersenyum tipis. Kamu tidak melakukan kesalahan. Hanya saja aku tidak suka dengan pola pikirmu yang mencari aman. Aku sudah lantang bersuara memaki orang-orang gila di atas sana. Kamu hanya bilang, biar saja bukan urusan kita. Hidup bersama pria yang tak seirama fakta yang paling kuhindari.

Apa kamu tidak sadar, jika kita menikah di negeri yang sudah di ujung tanduk ini. Aku akan mengikat perut dengan tali karena untuk makan saja harus irit ini itu yang kian naik. Belum lagi, pekerjaan yang tak kunjung ada. Bukan kita tak berpendidikan tapi karena benar-benar tidak ada pekerjaan dan kau bukan anak seorang penguasa. Dan juga kita tak sehebat itu menjilat kegilaan mereka. Para investor sudah lari karena negara ini sudah gila mengeruk pajak tanpa henti.

Acuhmu itu paling ku benci…

Tapi jika tidak sekarang, apa masih sempat din?

Jangan kau cemaskan tentang waktu yang terus mengejar. Selama kau masih peduli dengan negeri ini, tidak ada tempat kedua untuk siapapun lagi. Aku hanya mencintaimu tapi merdekakan negeri ini dulu.

Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Rekomendasi