"Bapak ini pengagum Rasulullah ...."
Itulah kata kata pembuka dari mulut Bapak di depan kami anak_anaknya. Kadang Bapak akan buat kuis. Siapa mahluk ciptaan Allah pertama yang bisa menulis? Siapa orang pertama masuk syurga tetapi bukan islam? Dimana dajjal di musnahkan?
Pokokoknya, kalau sudah cerita itu kami siap untuk jawab kerana kami kejar hadiah uangnya, lumayan buat jajan dan ngapel kalau malam minggu hehehe
Aq Andri, anak lelaki satu satunya dalam keluargaku doyan jajan dan juga pacaran online tetapi Bapak ku tak tahu hal itu.
"Nak, Bapak sangat berharap kalian ingat pesan Bapak ya." Bapak mulai baca surah An_Nur ayat 30_31 agar kita diwajibkan menjaga pandangan dan kemaluan kita untuk mendapat pahala serta kebahagian yang kekal di dunia dan akhirat
"Kalian faham kan?" Tanya bapak kepada kami anaknya yang ada sembilan tapi banyak cweknya.
"FAHAM PAK!" Jawab kami serentak.
Tiga hari kemudian, kami tidak mendengar ocehan Bapak sebab Bapak lagi ada tugas di luar kota, jauh dari tempat tinggal kami di Bandung ini. Pacar online ku pun membosankan, hanya balas chat kalau aku sudah transfer uang sahaja
Saat aku sedang buat tugasan kerja dan Bapak baru pulang dari tugas, orang pertama yang Bapak tegur adalah Bibi Syi. Bibi Syi sudah 5 tahun ikut kami tapi sifatnya yang kurang perhatikan barang serta pelupa buat Bapak marah. Pernah suatu hari Bibi Syi ke pasar sama Tuk Ayah naik basikal, pulangnya sama basikal dan Tuk Ayah di tinggal di kedai nasi lemak chili padi. Obat pun tak diberi kepada Tuk Ayah, tapi.... kalau soal dirinya sendiri Bibi Syi ingat bahkan sampai ke detail waktu minitnya, like me time ... kalau di tanya selalu ada sahaja alasanya, kelebihan Bibi Syi itu orangnya lemah lembut dan setia sama majikan serta tahu erti balas budi.
"Syi ... kamu letak mana kasut saya yang warna hitam?" Tanya Bapak.
Bibi Syi mulai kelang kabut cari benda itu, pedahal jelas sangat kasut itu Bapak lagi pakai, kami yang lihat itu hanya geleng kepala. Bapak mulai tegur Bibi Syi suruh duduk di kursi.
"Tengok, Bapak kalian kalau tegur Bibi dah macam ngobrol duduk di cafe," celetuk Mami kepada kami.
Aku hanya senyum sahaja, sebab Bibi kuat mentalnya, selama 5 tahun sering ditegur benda yang sama tetapi lain skenario.
Aku lihat Bibi Syi matanya tahan ngantuk sampai Bapak beri cemilan keripik dan cake sama kopi untuk tegur Bibi dari sepatu sampai kisah sang rasul itulah Bapakku. Sampai 3 jam Bapak tegur Bibi sambil merokok dan ngopi, then, lepas itu Bibi ijin rehat dah tak kuat matanya.