Flash Fiction
Disukai
2
Dilihat
11
MAAF, SAYA CUTI
Sejarah
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Uhuk uhuk uhuk uhuk.... seer

Oh Tuhan ... Sampai kapan aku seperti ini, sudah dua minggu aku cuti kerja karena batuk ini memalukan ku!!! Jeritku diatas balkoni mes tempat kerja ku.

Kring kring kring !!

Aku lihat layar telepon ku dari guru les bahasa Inggris ku menelpon ku. Dengan lemas aku berangkat dari dudukku. Aku mengangkat dan hanya menjawab jika dia bertanya.

"Ika, kamu masih ngompol tak?"

Aku hanya menahan tawa serta malu untuk menjawab sebab di mes lagi banyak orang.

"Mem, saya masih batuk disertai kencing, sampai celana saya semuanya basah, apalagi di Hongkong lagi musim dingin,jawabku.

"Aduh Ika, saya khawatir dengan kesehatan kamu, pedahal tiga hari lagi kamu akan Pap dan dua hari kemudian kamu akan fly ke tempat majikan mu."

Mendengar jawaban Mem, hatiku terenyuh sekaligus sedih. Aku bagai buah simalakama, ingin menjawab 'iya' tetapi batuk ini seolah menghalangi ku. Bahkan untuk sholat pun aku memakai pempers.

"Mem, apakah bisa Pap dan fly jika batuk saya belum sembuh 100%?"

"Berdoa saja ya Ika, semoga keajaiban dan keberuntungan dari Allah berpihak kepada kamu?" Ujar Mem dengan nada sedih.

"Saya pasti sembuh dan pulih Mem, saya yakin Allah memberi saya demam sebagai caranya untuk menghapus dosa saya yang tersembunyi,"jawabku yakin.

"Aamiin Allahuma Aamiin, semoga Allah mendengar keluhan mu dan segera memulihkan kesehatan mu ya, Ika," sambung Mem.

Tiga hari kemudian, aku memakai pempers dan memaksa diri masuk kelas. Dan, dengan ijin Allah Kun fayakun dari_NYA aku sembuh tepat di pukul 15.00 PM. Aku bisa bernyanyi dan langsung aku samperin Mem, memberi tahu bahwa aku sudah pulih. Saat itu juga aku pergi Pap dan dua hari kemudian aku fly ke Taype, aku bekerja di hotel sebagai staf. Kerana batuk itu berat badanku turun drastis, bajuku jadi size M dari sebelumnya size XXL. Itulah pengalaman mirisku selama di mes Taiwan.

Satu pesanku pada diri sendiri. Jangan pernah menyepelekan kesehatan dan jangan pernah mencoba jajan di kantin dan diluar jika perut tidak bisa terima. Kesehatan itu adalah harta berharga di dunia.

Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Sejarah
Rekomendasi