Flash Fiction
Disukai
1
Dilihat
84
Mawar Tunduk? Aku Nggak!
Komedi
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Mawar Tunduk? Aku Nggak!

Karya Dewi Fortuna 

Aku dan empat sahabatku sedang berada di taman. Kami duduk lesehan di rerumputan. Salah satu temanku, Riska, mendekati bunga mawar, lalu memotretnya. 

Kebiasaan Riska memang begitu. Untung saja nggak dipetik bunganya. Dulu, seringnya main petik aja sebelum aku omelin.

Dalam sekejap, dia memposting hasil jepretannya. Aku di tag di postingannya itu. Ada caption menarik di foto yang diposting, "mawar menunduk, tak tahan melihat kecantikanmu."

[Keren!] Aku menulis komentar di postingan Riska, lalu meliriknya sekilas.

[Hihii, makasih, Wina!] balas Riska, terlihat gembira saat aku meliriknya lagi.

Tak lama kemudian, aku juga kena tag dari Amina. Entah, dia dapat foto bunga mawar dari mana? Yang jelas, Amina juga memposting setangkai mawar merah. Caption apik tertera di sana, "mawar menunduk, tak kuat menyaksikan pancaran cahayamu." 

[Keren!] Komentarku sama dengan yang kutuliskan di postingan Riska.

[Kerenlah, seperti dia!] jawab Amina dengan mata berbinar-binar, dan senyum terulas di bibirnya.

Hanya hitungan detik, ada tag lagi dari Heni. Astaga! Kali ini, aku melotot. Bukan gambar porno yang dipostingnya. Heni memposting buket mawar! Sepertinya, gambar itu dari aplikasi. Caption yang ditulis Heni, "mawar menunduk, tak mampu menatap beningnya matamu."

Aku komen "keren" lagi. Lalu, tertawa. 

Tak tahu harus komen apa, selain kata "keren." 

"Napa, sih, lu?" tanya Heni. "Malah ngakak!"

Riska, Amina, dan Heni memandangku serempak. Ah! Mereka pasti tak paham. Ketiga temanku itu hanya tag aku seorang. Pasti tak tahu dengan sesuatu yang kutemukan.

“Win! Wina! Mulai, deh!” sahut Yessi. “Nih, nyemil biar nggak halu!” ujarnya seraya menyodorkan keripik kentang kepadaku.

Aku memberi isyarat pakai jariku pada empat temanku agar diam. 

Aku sebenarnya sangat malas menjelaskan pada mereka. Buang-buang energi saja.

Ketiga gambar yang diposting teman-teman, aku buat kolase. Totalnya ada empat gambar setelah kutambahkan satu gambar mawarku yang sudah terposting seminggu lalu.

Aku tag Heni, Amina, Riska, dan juga Yessi. Caption yang kutulis singkat saja, "korban puisi." 

"Reksaaaa!!!" 

Tiga temanku berteriak serempak menyebut nama cowok yang memberi puisi padaku juga dengan kalimat khas, “mawar menunduk.” Sedangkan Yessi, tertawa terbahak-bahak.

Aku ikut tertawa menyaksikan respons mereka.

Heni, tengah sibuk mengetik sesuatu. Amina, tampaknya sedang menelepon seseorang. Dan, Riska, sepertinya dia men-scroll layar ponselnya.

"Awas aja kalau dia online!"

"Dasar cowok! Baru aja pedekate, masa semua-semua mau diembat!"

"Huh! Cowok ngeselin! Aku blokir ajalah!"

"Haha ... haha ... haha ...! Lagian, kalian percaya aja!" celetukku sambil terus tertawa.

“Mending sama Abang Cilok di sebelah. Nyata orangnya. Ada gantengnya juga,” timpal Yessi sambil memegangi perutnya dan lanjut tertawa lebar.

Jakarta, 2 September 2026

Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Komedi
Rekomendasi