Flash Fiction
Disukai
0
Dilihat
2
Surga Kerdus
Aksi
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Sebuah Opera permainan Sang Penjaga Surga

Di tangannya lah sesiapa yang layak dan tidak layak.

Semua yang ia beri dihitung ketat, semua yang ia lalaikan menguap di udara.

Pena di tangannya tidak berhenti menulis sumpah dan catatan sesiapa saja yang berbau neraka.

Dan sibuk memberi tanda centang tentang sesiapa saja yang menurutnya berbau surga.

Di tangannya pula ada lembaran lembaran apa yang harus dilakukan orang orang agar ia memberikan kalung surga.

Kalung surga palsu yang hanya berisi rantai untuk menjadi budak yang menyembah dirinya yang malas dan tidak bisa melakukan apa apa.

Diberikannya kalung surga kepada orang yang menguntungkan ego rapuhnya.

Diberikannya kalung neraka kepada orang yang membuatnya tak nyaman.

....

Sungguh aku sudi berkalung neraka

Daripada aku harus mengorbankan sesiapa dan apapun yang aku cinta untuk berujung sama atau mengingatkanku bagaimana aku berkalung rantai bergerigi tajam yang berbau wewangian moral.

"Lagipula, siapa yang bercita cita masuk pada surga dalam kepalamu? "

"Surga dari manusia rapuh yang memasak agama untuk menambal egonya dan menjerat orang lain hanyalah surga dari kerdus lapuk nan bau"

"Aku berharap surga yang abadi dan kokoh milik Tuhan Besarku"

"Aku menyembah Tuhanku bukan serapah halus maupun kasar yang memabukkan dari bau mulut dan ludahmu."

Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Aksi
Rekomendasi