Flash Fiction
Disukai
0
Dilihat
126
Jas Hujan
Drama
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Ketika hujan tiba dan bapak hanya membawa satu jas hujan kelelawar, aku terpaksa menjadi korban. Badanku tertutup jas hujan dengan kepala menunduk. Aku tidak bisa melihat jalanan. Hanya bisa melihat tetesan hujan yang mencium aspal. Posisi yang tidak nyaman ini membuat leherku sakit sekali.

Bapak hanya diam di sepanjang jalan. Motornya dikendarai begitu pelan. Sepanjang perjalanan tanganku mencoba keluar mengecek kuantitas hujan sambil menebak-nebak sudah sampai manakah kami.

Belokan pertama, aku tahu ini di pasar. Belokan ke dua, aku tahu ini di jembatan. Belokan terakhir, harusnya kami sudah sampai rumah, tetapi mengapa motor bapak tidak berhenti?

Perasaanku menjadi tidak enak. Bapak akan membawaku ke mana?

Satu belokan yang tidak ku ketahui posisinya. Motor bapak semakin melaju menjauh dari rumah. Pikiranku jadi menebak-nebak. Aku merasa bapak sedang memberikan kejutan sebab pertanyaanku tidak dijawab.

Tebakan pertama, bapak membawaku ke rumah baru. Siapa tahu ternyata bapakku orang kaya.

Tebakan kedua, bapak membawaku ke restoran. Aku diperbolehkan memakan berapa pun potong ayam krispi. Terdengar menggiurkan. Aku sampai meneguk ludah.

Tebakan ketiga, bapak membawaku ke toko buku. Sebentar lagi aku akan berulang tahun. Mungkin bapak akan membebaskanku membeli buku sebanyak yang aku mau.

Semakin jauh motor bapak melaju, semakin berdebar jantungku. Kira-kira mana tebakanku yang benar?

Akhirnya motor bapak berhenti.

"Mas gorengan 10 ribu nggih campur."

Buyar sudah harapanku. Tidak ada rumah baru, tidak ada ayam krispi, dan tidak ada buku baru.

"Ibumu nyidam ote-ote. Kamu mau gorengan apa, Nduk?" tanya bapak kepadaku yang masih menundukkan kepala di bawah jas hujan.

Aku menghela napas besar. Hujan-hujan begini memang cocok makan yang hangat. "Pisang goreng, Pak."

Huh, setidaknya aku dapat pisang goreng hangat.

Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Rekomendasi