Yonathan berlalu pergi, ia kesal David hanya tersenyum tipis saat ditanya hak-hak mereka, hak akan lagu-lagu mereka. Pagi menjelang siangnya ia ke rumah Nello tapi sikap mereka sama, begitupun Agatha yang ia temui kemarinnya.
Yonathan adalah seorang leader dan gitaris band, ia bersama Agatha pada keyboard, David pada bass, serta Nello pada drum sering dianggap band terbesar dalam sejarah di bawah nama Magnum, tapi semua berubah sejak tujuh tahun lalu.
Saat berenang di sebuah danau di Swedia, setelah selesai tiba-tiba status band mereka menghilang, tak satupun mengenal mereka lagi, vokal dan kemampuan bermusik mereka sirna, dan parahnya lagu-lagu mereka sudah tersebar dan jadi milik banyak band atau musisi lain.
Mulanya semua tidak terima dan menuntut, tapi dunia terlalu aneh hingga Nello kembali berbisnis properti seperti sebelum nge-band, Agatha kembali menjadi foto model karena parasnya rupawan khas model K-Pop, serta David yang menggeluti hobi lamanya sebagai sutradara film indie.
Hanya Yonathan yang tetap pada pendiriannya, melanjutkan nge-band dan memulai dari titik nol. Ia yang di dimensinya dianggap sebagai gitaris terbaik sepanjang masa awalnya kesulitan, untungnya dia mampu melewati semua itu dan mulai kembali populer, meski dirinya menganggap kemampuannya tak sehebat ketika masih dibawah panji Magnum dulu.
tiga tahun berlalu, sudah sepuluh tahun beruntun, Yonathan masih membujuk teman-temannya, jawaban mereka masih sama, "Jalani hidup saja" hingga pada suatu hari Agatha mendapat undangan kembali dari sepupunya, mereka kembali diundang ke danau yang sama.
Mulanya Yonathan enggan karena berbenturan dengan jadwal tur nya, tapi ia sadar dari danau tersebutlah semuanya bermulai.
Dirinya, David, Nello, serta Agatha pun kemudian memenuhi undangan dan kembali berenang di danau tersebut, dan misteri tetap menjadi misteri, setelah selesai berenang nama mereka kembali dikenang, band Magnum kembali berkibar, dan tentu lagu-lagu mereka kembali.
Band yang dijuluki singa berkepala empat karena semua personilnya memiliki vokal dasyat dan masing masing dapat mencipta dan mengaransemen lagu serta dianggap yang terbaik di alat musik yang dipegang masing masing tersebut kembali dianggap musisi dari segala musisi, dan tentu kemampuan mereka pun kembali.
Selesai dari jumpa fans, tiba-tiba Yonathan menemukan secarik kertas, kertas tersebut terlihat amat usang, di dalamnya ada tulisan yang ia yakini ia tulis sendiri, sebuah tulisan yang intinya Magnum tidak pernah ada.
Ia ingat kertas itu ia dapat dari seorang wanita tua yang mengaku sebagai penyihir, dan Yonathan pun baru ingat, dengan bercanda dan tak percaya sihir dirinya menuliskan kata-kata bahwa Magnum tak pernah ada, ia menulis,
"Setelah kami berenang di danau Vanern, Magnum benar-benar tak pernah ada, dan kemampuan kami pun jadi nol dan kami harus belajar dari awal"
"Sihir baru hilang setelah kami berenang kembali di danau,"
"Dan kami baru kembali ke danau Vanern setelah 10 tahun berlalu."
Sebelumnya si penyihir memperingatkan setelah sihir bekerja mereka akan lupa apa yang terjadi.
Tanpa berpikir panjang Yonathan mengeluarkan korek gas dari sakunya kemudian kertas itu ia bakar sampai habis. Ia tak habis pikir kenapa sihir yang baginya omong kosong bisa menjadi nyata, tapi kini ia percaya sihir itu ada. Dunia memang penuh misteri.