Flash Fiction
Disukai
1
Dilihat
112
Harus Tidur
Drama

‎Huiyan sebetulnya hampir tidak berdiri, bukan karena dia tak sanggup, tetapi karena di dalam dirinya ada rasa-rasa aneh, rasa yang ingin disingkirkan yang baginya sangat parah, rasa terburuk, kecemasan akut tingkat tinggi. Sudah 45 menit ia berdiri dengan setengah kesadaran yang goyah, ia tidak bisa mendengar jelas apa yang diucapkan oleh orang-orang di sekitarnya meski terdengar amat keras di telinga, hiruk pikuk kota.

‎Kota masih ramai kala itu meski waktu hampir menunjukkan pukul 11 malam, mahasiswi semester akhir tersebut harus pulang malam karena ada yang perlu diselesaikan di kampus, sebetulnya sejak pukul 9 saat masih di kampus rasa-rasa kecemasan akut sudah mulai menggerogoti, tidak ada kata trigger dari dosen maupun teman kampus, Huiyan hanya kurang istirahat, sebab menyelesaikan tugas akhirnya, hanya tidur setengah jam, dan sejak pukul 10 pagi sudah mulai sibuk dengan aktifitas kampus.

‎Huiyan bukan orang yang menonjol secara akademik dan organisasi di kampusnya, tapi ia adalah orang yang overthinking, ada yang ia rasa salah dalam tugas kuliahnya saja bisa membuat dirinya kepikiran terus yang kemudian memicu kecemasan akut yang ia sebut kejang. Dan semester akhir membuatnya semakin takut. Bagaimana jika ia tidak lolos sesuai waktu yang ditetapkan diri dan keluarganya yang berimbas ke banyak hal? Asmara, karir, kesejahteraan. Itulah kini yang memenuhi kepala gadis berusia 24 tahun tersebut.

‎Padahal faktanya banyak kawan serta keluarga dan orang tua yang kagum padanya, berbakat, lulusan terbaik universitas seni, dan kini pun ia yang melanjutkan ke S2 sebetulnya memiliki potensi besar, tapi kecemasan akut yang ia derita menghalanginya untuk aktif dan akhirnya jadi tak menonjol.

‎Huiyan yang sudah sangat lemas dan lelah menunggu bis malam kemudian tanpa sengaja fokusnya terarah pada wanita muda yang memarkirkan motornya, tanpa wanita muda itu sadari kunci motornya tidak ia cabut. Dengan logika yang menjauh Huiyan mendekat, mengendarai motor tersebut sampai ke rumahnya kemudian langsung tidur.

Keesokan paginya polisi mengetuk pintu rumahnya dan Huiyan menyerahkan diri, mendapat vonis 2 tahun dari pengadilan, dan harus mengikhlaskan karir pendidikan S2 nya tamat, dikarenakan sebuah rasa ngilu yang tak tertahan yang membuatnya melakukan aksi kriminal.

‎Huiyan yang tadinya bersih kini dicap sebagai kriminal karena begitu ingin lari dari rasa yang tak tahu itu apa, tapi begitu tak enak dan tak tertahankan, bagi orang normal itu sepele, tapi bagi penderita kecemasan akut apa yang diperbuat Huiyan mungkin bisa mereka maklumi. Yang penting bisa lari dari rasa itu dengan satu-satunya cara agar rasa itu hilang, yaitu tidur.

Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Rekomendasi