Flash Fiction
Disukai
1
Dilihat
19
Margaret
Thriller

Primadonaku, Margaret. Parasmu berkilauan bagai mutiara dasar laut. Nyanyianmu berhasil memikat banyak orang hingga para Siren cemburu. Tubuhmu bergelimang cahaya kala memijak atas panggung. Sungguh tiada satu perempuan pun di kota ini dapat menandingi kehebatan engkau.

Namun, sayangku, mengapa engkau tak sudi melihatku? Betapa hancurnya hatiku melihat sebuket mawar pilihan khusus untukmu kau buang di depan mataku. Kau tak segan menginjaknya berkali-kali ketika aku memberanikan diri untuk meminangmu secara resmi.

“Masa depan menjadi suram jika aku hidup bersamamu,” ucapmu. “Jadilah sarjana, lalu mengantri di barisan pria yang ingin melamarku.”

Engkau memfitnahku bukan orang terpelajar hanya karena pakaianku tidak semewah para bangsawan yang duduk di balkon naratama. Tidak apa, Sayangku.

Sebelum melepasmu, aku bertekad kembali datang esok hari. Membawakan hadiah terakhir paling mahal untuk kesayanganku.

Terimalah kalung mutiara yang aku lilitkan pada leher jenjangmu. Izinkan aku mendengar lengkingan suaramu menggema bersama jemarimu mengais udara. Nada soprano-mu perlahan menjadi alto.

Kau bernyanyi lebih sempurna. Aku sangat menikmati penampilan terakhirmu untukku seorang.

Dengan demikian, tidak ada pria lain yang dapat merenggut Margaret-ku selamanya.

Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Thriller
Rekomendasi