Flash Fiction
Disukai
0
Dilihat
8
Mencari Inspirasi
Komedi

Apakah yang kulakukan sekarang? Mencari inspirasi. Sangat sulit mencari inspirasi, walaupun orang lain berkata inspirasi itu ada dimana saja. Ditaman, dirumah, di sekolah, bahkan ketika kau sedang duduk diatas toilet. Sayangnya aku sekarang tidak ingin kemana-mana. Perutku juga tidak menunjukkan reaksi apapun. Inspirasi kau dimana?

Berlanjut ketika aku sedang berguling-guling di atas kasur layaknya orang sakit jiwa. Kenapa? Sudah kubilang aku ini sedang mencari inspirasi. Buat apa? Untuk menyumpal mulutmu! Dasar cerewet!

Kemudian aku mulai menunjukkan gejala sakit jiwaku yang sesungguhnya. Aku mengambil sapu lalu menyetel lagu AC/DC keras-keras dan aku menganggap sapu sebagai gitarku. Sekarang aku terlihat seperti gitaris AC/DC versi bodohnya. Setelah lagunya berakhir, aku melanjutkan aksiku sebagai satria bergitar, dengan lagu lain tentunya. Dari a7x, Fukai mori, guns n’ roses, sampai lagunya Rhoma Irama. Sinting bukan? Memang. Tak apalah demi inpirasi, semua akan kulakukan. Hehe.

Setelah bosan akupun diam. Lalu aku mencoba membaca buku komik milikku yang menumpuk disudut ruangan. Entah kapan terakhir kali aku membersihkan kamarku, aku sendiri tak ingat. Atau memang aku yang tidak pernah bersih-bersih.

Menjadi penulis memang sangat sulit. Apalagi jika otakku sedang macet seperti saat ini. Aku malah keasyikan membaca buku komik. Lagi-lagi inspirasiku menghilang begitu saja. Jangan tertawa! Kau pikir mudah mencari inspirasi?! Ehem maaf aku sedang emosi.

Lalu penyakitku kambuh lagi. Aku mulai berbicara sendiri dengan mengomentari benda-benda disekitarku. Sebenarnya aku tidak sendirian, ada Eric, teman khalayanku. Sinting? Aku tidak sinting tapi sudah kelewat gila. Aku mulai mengomentari benda-benda milikku, setelah itu aku mulai mengomentari politik, dan diakhiri dengan mengomentari makanan. Benar-benar persis drama Waiting for Godot dari Prancis.

Apa yang kuinginkan sekarang? Uang? Cinta? Pendidikan? Bukan!! AKU HANYA INGIN INSPIRASI!! Jujur saja jika aku tidak segera menulis, aku akan dipecat. Kemanakah inspirasiku pergi? Kemana?

Jika aku suka menyakiti diri sendiri, mungkin aku sudah menghancurkan laptopku lalu melumatnya dan menelannya. Aku sudah frustasi. Sepertinya otakku sedang ngambek, sehingga tidak mau berpikir.Kemanakah dewi fortunaku hari ini? Inspirasi kau dimana??

Kembali pada keadaanku sekarang. Rambut kusut, kaos oblong yang bolong, mata panda,dan segalanya yang buruk ada padaku.

Aku berharap ingin BAB. Orang bilang kegiatan BAB itu akan mendatangkan inspirasi. Huufftt kapan perutku bereaksi? Rasanya aku ingin mati saja. Kapan inspirasi itu datang? Apakah akan berakhir sia-sia seperti kisah Vladimir dan Estragon yang menunggu Godot?

Apakah aku harus berdiam diri seperti ini? Menunggu inspirasi yang tak kunjung datang? Ayolah bantu aku. Sekali saja.

Terkadang aku berpikir aku ini aneh. Bagaimana tidak? Di usiaku yang ke 23 tahun aku masih berpikir diriku adalah Indiana Jones yang sedang berpetualang.  Lebih parah lagi jika aku sedang berpikir aku ini superhero yang sedang menyelamatkan dunia. Aneh kan?

Kembali lagi pada kegiatan anehku. Mencari inspirasi. Sudah kubaca semua buku di perpustakaan miniku. Tapi kenapa tidak ada inspirasi yang datang? Mau hangout tidak ada uang, lalu aku harus bagaimana? Kau anggap aku ini apa? Tukang jamu yang tidak laku dagangannya? Cerewet! Aku ini gila kawan, gila karena inspirasiku tak kunjung datang.

Kemanakah semua logikaku hari ini? Dari tadi aku hanya mengatakan hal aneh. Atau jangan-jangan aku ini memang sakit jiwa. Entah penyakitku itu bisa sembuh atau tidak. Aku tidak tahu. Yang penting aku harus tahu kemana inspirasi ku pergi. Jujur jadi penulis itu susah. Jika kau menulis di blogmu kau bisa menentukan kapan kau akan mempostingkan tulisanmu dan kau bisa menulis kapanpun tanpa dibatasi waktu. Sedangkan aku? Kau pasti bisa membayangkannya kan?

Oke aku benar-benar gila sekarang. Entah berapa kata dalam cerita ini yang bisa kau pahami, aku rasa tidak ada. Kau tidak akan paham bahasaku. Bahkan alien paling pintar pun harus kewalahan mempelajari bahasaku. Itu karena alien memang bodoh. Mengapa bahasa orang bodoh sepertiku harus dipelajari?

Baiklah sejak tadi aku hanya bicara hal aneh, itu karena aku gila. Dan karena kegilaanku, perutku mulai menunjukkan reaksinya. Seperti yang aku duga, aku akan mendapatkan inspirasiku sebentar lagi.

Aku berlari secepat kuda pacu menuju kamar mandi kostku. Tapi sial didalam ada orangnya.

“bukaaa, cepetaaaaan!!!! Udah nggak tahaaannnn!!!!” aku berteriak sambil menggedor-gedor pintu toilet.

“iyaaa, bentar lagi” yang didalam malah menjawab dengan kalem.

“lagi ngapain seehh?”

“cari inspirasi buat nggaet cewek”

“cepetan gue juga mau mencari inspirasiii!!”

BRAKK!!

Dan kulihat si muka kuda keluar dengan muka mengejek.

“cari inspirasi ya?” si muka kuda malah menghalangi pintu.

“minggiiiirrrr!!” karena kesal aku langsung mendorong si muka kuda kelantai, sampai-sampai ia terjerembab.

Di dalam, aku hanya mencari inspirasi sambil mengeluarkan sumber penyakit dengan susah payah. Aku merasa ini adalah perjuangan paling sulit dalam hidupku. Dan disaat-saat genting seperti ini, aku mendapat sesuatu yang paling kuinginkan saat ini. Bayangkan! Pekerjaanku tidak sia-sia! Aku mendapat inspirasi!

Kenapa pekerjaan gilaku hari ini tidak kujadikan kisah saja? Begitulah pikirku. Aku heran, aku memang punya teman khayalan tetapi namanya Sasha bukan Eric. Di dunia nyata aku juga tidak punya teman namanya Eric. Nah loh? Lalu Eric siapa dong?

The End

(no edit, biarkan seperti 10 tahun lalu)

Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Komedi
Rekomendasi