Istana Buah

Di tengah hutan, tumbuh sekerumun pohon buah. Mereka tinggi, besar, dan lebat. Buah-buahnya juga ranum dan segar, membuat siapapun yang melihatnya menjadi lapar.

Namun, siapa sangka, pohon-pohon itu juga lapar. Sudah lima hari ini mereka menyembunyikan gigi tajam dan air liur di balik buah-buahnya. Menanti pemanen yang bisa dipanen dagingnya.

"Diam semua!" ucap sebatang pohon. "Ada seorang gadis datang."

1K dilihat
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Tidak ada komentar
Saran Flash Fiction