Laki-laki juga boleh menangis, Nara. . . .

“Nara… Jatuh dari sepeda itu sakit, apalagi kalau lututnya sampai terluka.”

“Iya Bian.”

“Tapi kenapa anak laki-laki itu tidak boleh menangis, Nara?”

“Ya??”

“Kenapa ibunya melarang anak kecil itu menangis padahal dia sedang terluka dan menahan sakit, Nara.”

“Hmm…. Entah Bian.”

“Nara, laki-laki itu boleh menangis. Semua orang boleh menangis kalau mereka memang butuh menangis, Nara. Apalagi kalau mereka sedang terluka. Menangis itu bukan berarti kita lemah, Nara. Menangis itu…. Ya menangis!!! Sama seperti senang, marah, kecewa, cemas, takut… Semuanya boleh dilakuin sama semua perempuan dan laki-laki.

“Kalau Bian lihat Nara menangis, Bian akan bagaimana?”

“Menunggu.”

“Menunggu???”

“Bian akan menunggu dan menemani Nara sampai Nara selesai menangis.”

“Terima kasih Bian.”

end.

Aku akan disini kalau kamu mau menangis.

Menangislah, kalau kamu mau menangis.

Jangan selalu menahan semuanya ya...

295 dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Saran Flash Fiction