Foto

Bahagia. Senyuman. Pesta. Perayaan. Foto tidak jauh dari keempat hal tersebut. Orang-orang tersenyum di sana, meskipun kita tak pernah tau apa yang benar-benar ia rasakan di dalam hatinya. Apakah sedih? marah? penuh tekanan?

Aku tak pernah menyukai foto.

Bukan karena aku tak bisa berekspresi dengan bagus--ekspresiku memang selalu jelek ketika di foto karena aku tak bisa tersenyum, tetapi itu bukan alasan utamanya.

Bukan pula karena takut akan ada sesuatu yang ikut terambil di belakangku saat aku sedang mengambil foto sendirian--well, mereka memang tak jarang numpang eksis di satu-dua foto pemandanganku, tapi itu juga tidak menjadikannya sebagai alasan utama.

Aku tak pernah suka foto.

Orang-orang di hari pemakaman kakek dan nenek tersenyum di foto, bahkan saat mereka sadar mereka harusnya menangis.

Tapi bukan itu juga alasan utamanya.

Aku tak suka foto.

Karena orang-orang di dalamnya berkedip setiap aku menatapnya lebih dari lima detik.

6 disukai 589 dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Saran Flash Fiction