Flash Fiction
Disukai
8
Dilihat
6,582
Asal Usul Wingko Babat
Sejarah

Mama dan Papa Tania baru pulang dari Semarang. Mereka membawa oleh-oleh sekotak besar kue ketan kelapa. Tania senang sekali dibuatnya. Ia memakan wingko tersebut dengan lahap, dua kue sekaligus dalam sekali hap!                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    

 

Dengan pipi masih menggembung dan mulut masih mengunyah, Tania bertanya pada neneknya mengapa nama kue itu demikian. Sang nenek tersenyum lalu menceritakan kisah unik yang tak akan Tania lupakan seumur hidupnya.

 

Alkisah saat sang putri Kerajaan Semarang sedang bosan dengan makanan istana, sehingga ia minta dibelikan makanan jalanan. Dibawakanlah chicken wing Ko Yoan oleh para dayang. Sang putri sangat menyukai cemilan yang tak biasa tersebut. Sejak saat itu Ko Yohan diboyong ke istana untuk menyiapkan hidangan keluarga raja, terutama untuk menghidangkan menu kegemaran sang putri yang sering disebut-sebut dengan singkatan WingKo.

 

Lain hari saat sang putri sedang berjalan-jalan di taman sambil menikmati WingKo, ia melihat pengurus taman sedang membabat habis bunga liar nan indah di dekat tanaman bunga kesayangannya. Sang putri tak suka dengan kelancangan pegawai tersebut, amarahnya memuncak. Untunglah tangannya masih menggenggam WingKo tercinta sehingga murkanya segera surut.

 

Kata nenek, sejak saat itu makanan kesukaan sang putri dinamakan WingKo Babat. Kapanpun sang putri merasa kesal, ia selalu mengingat teman terbaiknya yang selalu setia menemani, hingga cerita mengenai penganan tersebut akhirnya tersiar sampai ke luar istana. Lambat laun kue itu dapat dinikmati kembali oleh para rakyat jelata dan terus dijual sebagai makanan khas Semarang sampai sekarang.

 

Mama Tania yang sedari tadi menguping pembicaraan mereka akhirnya ikut berkomentar, "Bu, bukannya wingko babad itu berasal dari nama kota kelahiran penjual wingko yang hijrah ke Semarang ?"

 

"Itu sih Wingko Babad, ini kan cerita tentang Wingko Babat, jadi cerita yang Ibu ceritakan tadi udah benar," jawab nenek santai.

 

Mama Tania cuma bisa tersenyum geli mendengar jawaban tersebut. Ada-ada aja, pikirnya.

Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Tidak ada komentar
Rekomendasi dari Sejarah
Rekomendasi