Mobil Baru Teman Sekelasku

Mobil mewah berwarna abu-abu itu diparkirkan di halaman depan sekolah. Mobil itu adalah yang paling mengilat dan mencolok. Seorang gadis cantik berseragam putih abu-abu keluar dari mobil. Meskipun parasnya elok, gadis itu tampak muram. Jalannya yang agak diseret sangat tidak cocok dengan tampilan fisiknya. Sang gadis akhirnya sampai di kelasnya dan duduk di bangkunya. Cowoknya dan seorang temannya datang menyerbu bangku gadis itu. Pacarnya menyapa, “Hey cantik!” sementara temannya menyapa, “Widih, yang dapet kado mobil baru!” Tapi gadis itu hanya diam. Dua orang teman perempuan ikut menyerbu. Salah satu dari mereka berujar, “Hayo, elu kenapa sih tumben hari ini murung banget?” dan teman yang lain mengingatkan, “Ntar pulang sekolah jadi kan? Elu janji ajak kita makan-makan buat ngerayain Ultah-lu!?”

Cowok gadis itu gelisah melihat pacarnya tampak sedih. Dengan lembut ia menggenggam tangan pacarnya, “Kamu kenapa sih Sayang?” tapi gadis itu tidak merespons. Akhirnya cowok itu mengabil keputusan, “Oke. Kita bolos aja hari ini! Kamu kelihatan enggak semangat. Kita seneng-seneng seharian ini! Aku bakal temenin kamu sampai kamu bahagia lagi. Oke?”

“Ajak kita-kita juga dong,” teman laki-laki menuntut, “kita kan juga pengen ngerasain naik mobil baru. Sekali-sekali pingin ngerasain gimana naik mobil mewah!” Tuntutan si laki-laki diamini oleh kedua teman perempuan. Gadis itu tetap enggan beranjak. Akhirnya kedua teman perempuan menyeretnya keluar kelas. “Ayo buruan sebelum bel sekolah bunyi! Kalau gerbang udah ditutup kita enggak bakal bisa bolos!” Cowoknya ikut membantu mengarak gadis itu ke area parkir. Ia menyambar kunci mobil dari saku si gadis namun gadis itu menghalanginya. “Biar gue yang nyetir.” Itu adalah satu-satunya kata yang diucapkan oleh si gadis sejak tadi. Cowoknya mundur canggung, “Oke, terserah kamu. Hari ini adalah harimu, chill babe, chill…”

Si gadis duduk di belakang kemudi. Di sampingnya, cowoknya duduk dengan nyaman. Tiga orang teman mereka duduk berjejalan di belakang. Gadis itu memacu mobilnya pergi. Peta lokasi taman yang mereka tuju muncul di layar dasbor. Suara dari GPS mengatakan, “Belok kanan ke jalan Siswa Teladan.” Namun entah kenapa, gadis itu justru membanting setir ke kiri. Cowoknya terkejut,”Wow, santai aja, Yang! Kamu mau ke mana? Kita mestinya belok ke kanan!” Tapi gadis itu tidak menanggapi. Mobil mewah yang masih sangat mulus itu terus melaju hingga melewati sebuah terowongan. Cowoknya sudah akrab dengan terowongan itu karena rumahnya tidak jauh dari ujungnya. “Mestinya sekarang sudah sampe ujung…” Tidak ada kendaraan lain yang melintas. Cowok itu mulai panik.

Di belakang, seorang teman perempuan memutar pesan video yang disebarkan di grup chat sekolah. Kata suara di video, “Hari ini sekolah pulang lebih awal, Guys! Ada siswi yang meninggal kecelakaan! Mobilnya terperosok ke jurang sampai ringsek di jalan Siswa Teladan! Gue tadi lihat! Mobilnya masih baru banget padahal!” Seketika itu tiga orang siswa penumpang di dalam mobil bergidik ngeri. Jantung mereka meledak-ledak. Gadis cantik jelita yang memegang kemudi lalu perlahan menatap teman-temannya dengan seringai menakutkan. Pipinya yang putih merona mulai dibasahi darah. Pakaiannya yang rapih mulai terkoyak. “Kalian janji temani aku hari ini…” bisik gadis itu. Semua penumpang teriak sejadi-jadinya sembari mobil mewah itu melaju kencang di terowongan tanpa ujung.

7 disukai 2 komentar 775 dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
@tejosumarno kurang panjang mungkin ya...ha ha
Tak ada yang kurang dalam cerita ini.
Saran Flash Fiction