Sakit

Seorang gadis tengah menikmati paginya dengan melakukan jogging di sebuah taman yang tidak jauh dari tempat tinggalnya.

“Hai, Selma!” Seorang pemuda datang menghampiri dan membersamai langkah kakinya.

“Riko!” Selma terkejut, menghentikan larinya memilih untuk melakukan gerakan olahraga ringan.

“Kamu apa kabar?”

“Aku baik,” jawab Selma singkat tanpa meperhatikan wajah Riko.

“Tadinya aku sempat tidak percaya kalau ini adalah kamu!”

Selma menghentikan gerakannya dan beralih menatap Riko. “Terus? Apa yang membuatmu percaya kalau ini aku?”

Riko mencoba meraih tangan kiri Selma. “Ini yang membuatku percaya!” Sebuah gelang aksesoris yang terbuat dari tali, terdapat huruf “S” di tengahnya. Dan benda itu menjadi favorit Selma dari sekian banyak gelang yang dimilikinya.

“Ternyata kamu masih ingat, ya?” tanya Selma. “Aku pikir kamu sudah lupa!” tambahnya.

“Mana mungkin aku bisa melupakan gadis yang spesial ini?”

“Jangan pernah mengatakan kalau aku ini spesial! Bisa-bisa aku terperangkap lagi seperti dulu.”

“Kamu masih mengingat peristiwa lama itu, ya?”

“Mana mungkin aku dapat melupakannya. Dari peristiwa itu aku mendapatkan pelajaran yang sangat berarti. Di mana kecantikan menjadi sebuah tolak ukur untuk dicintai!”

“Sejak kita selesai kuliah, ada banyak hal yang berubah. Sekarang aku baru menyadari, kalau kamu jauh lebih baik dari Aura!” ungkap Riko.

Seorang pria datang menghampiri keduanya.  “Hai, Sayang! Maaf ya, kamu pasti sudah menunggu lama,” ucapnya seraya mengecup kening Selma.

Riko terkejut.

5 disukai 4.9K dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Saran Flash Fiction