REUNI

Dito merasa canggung dan malu ketika bertemu dengan Reno dan Rian, sahabatnya ketika SMA. Pasalnya mereka datang disaat Dito sedang mengepel lantai. Seketika kedua orang itu terkekeh melihat Dito dan menganggap remeh dirinya.

Rian dan Reno menggiring Dito untuk bergabung di sudut ruangan, alasannya ingin mengadakan reuni dadakan.

“To, aku aja udah dapat mobil dari kantor masak iya kamu masih pegang lap pel.” ucap Rian .

Kata yang keluar dari mulut Rian membuat Dito tersinggung, tapi apa daya dia hanya bisa menjawab dengan senyuman.

“Iya To daripada jadi office boy di cafe ini mending kamu jadi asisten rumah tangga di rumahku, gajinya lebih gede.” Reno mengimbuhi umpatan Rian.

Berulangkali Dito menghela nafas mendengar cemoohan dari sahabatnya. Sepertinya reuni hari ini tidak tepat waktu, ia tidak nyaman dengan keadaan ini. Dito pun berpamitan untuk pergi karena masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan.

Setelah kepergian Dito, Reno dan Rian masih asyik membicarakan perihal materi dan jabatan yang mereka dapatkan. Tiba-tiba seorang waiters datang membawa beberapa makanan dan minuman.

“Silahkan.” si waiters meletakkan beberapa makanan dan minuman di meja.

“Loh mbak kami belum pesan.” ucap Rian.

“Iya, tadi Pak Dito yang menyuruh saya mengantarkan ini semua untuk temannya.”

    Reno yang terkejut bertanya mengapa waiters itu memanggil Dito dengan awalan Pak.

“Karena Pak Dito adalah pemilik cafe ini.”

 

 

5 disukai 1.2K dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Saran Flash Fiction